INFO NTB

Harga Tiket Pesawat Melambung, Pariwisata NTB Terancam Sepi

Mataram (NTB Satu) – Para penyedia layanan pariwisata atau travel agent mengeluhkan harga tiket penerbangan domestik yang naik belakangan ini. Contohnya tiket pesawat dari Bali ke Lombok yang biasanya dengan harga Rp350 ribu kini naik berkali-kali lipat sampai di atas Rp1 juta.

Kenaikan ini, diyakini membuat wisatawan dari luar daerah takut untuk berkunjung ke NTB. Kondisi ini akan berdampak buruk bagi pemulihan pariwisata NTB pascapandemi Covid-19.

“Percuma regulasi prokes (Covid-19) pengunjung dipermudah, kalau harga tiket terlalu mahal, wisatawan pasti sepi,” ujar Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) NTB, Dewantoro Umbu Joka, Rabu, 29 Juni 2022.

Kalau pun harus naik, lanjut Dewantoro, para penyedia jasa penerbangan mestinya memberikan pengumuman penyebab harga tiket harus dinaikkan.

“Harusnya mereka kasih tahu kita, apa alasannya (harga tiket) naik, supaya kita bisa beri solusi. Tapi ini kan sepi-sepi aja,” imbuhnya.

Selain itu, kata Dewantoro, Pemerintah Pusat melalui regulasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mestinya memberikan kemudahan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke lima destinasi wisata super prioritas, yaitu Mandalika di NTB, Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Likupang.

Tidak hanya di NTB, persoalan mengenai kenaikan harga tiket pesawat saat ini, diakui menjadi pembahasan para pelaku pariwisata di seluruh Indonesia, bahkan sampai di meja dewan.

“DPR RI sudah mencari solusi, Kementerian Perhubungan bagaimana menerapkan itu, masak iya tiket Rp300 ribu ke Bali bisa jadi Rp1 juta,” pungkasnya.

Menurut keterangan Kementerian Perhubungan, salah satu penyebab naiknya harga tiket pesawat lantaran harga avtur (bahan bakar jet) dunia yang sedang tinggi. Kenaikan harga avtur dunia tersebut diakui memang cukup memberatkan pihak maskapai. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button