NTB

Sukseskan MotoGP, BWS NT I Tuntas Bangun Sistem Pengendali Banjir Sirkuit Mandalika

Mataram (NTB Satu) – Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I tuntas membangun infastruktur sistem pengendali banjir kawasan Sirkuit Mandalika. Diyakinkan, sirkuit kebanggaan bangsa Indonesia ini terbebas dari banjir dan siap menyelenggarakan perhetalan MotoGP.

Dari sisi sirkuit, PT. ITDC sebagai pengelola memastikan kesiapan sirkuit menjadi tuan rumah balap motor paling bergengsi di muka bumi ini. Kementerian PUPR pun memastikan kesiapan yang sama, dari sisi infrastruktur pendukung lainnya.

IKLAN

“Sebelum MotoGP, semua sudah clear total,” kata Kepala BWS Nusa Tenggara I, Dr. Hendra Ahyadi, ST, M. Si menyampaikan perihal infrastruktur yang dibangun untuk mendukung Sirkuit Mandalika.

Hendra menjelaskan, Kementerian PUPR memberikan perhatian khusus kepada KEK Mandalika sebagai salah satu kawasan strategis nasional Indonesia. Permbangunan sirkuit bersamaan dengan dibangunnya saluran pengendali banjir wilayah barat sepanjang 7,2 kilometer dan wilayah timur sepanjang 5 kilometer.

Kepala BWS Nusa Tenggara I, Dr. Hendra Ahyadi, ST, MT

Adapun lebarnya bervariasi dari 2 meter, 4 meter, 8 meter,10 meter, dan 14 meter bermuara di laguna. Kedalamannya bervariasai antara 3,6 meter sampai 6 meter. Posisi KEK Mandalika yang berada diantara bebukitan dibuatkan sistem pengaman untuk mengarahkan air yang terjun dari bebukitan tidak langsung menuju Sirkuit Mandalika.

“Air-air yang terjun dari bebukitan yang mengelilingi KEK Mandalika tertampung langsung ke saluran pengendali banjir. Pun air-air yang datang dari sungai di sekitar kawasan muaranya tetap ke saluran pengendali banjir ini, dan diantarkan ke laguna,” jelas Hendra.

Saluran pengendali banjir ini dibuat dengan beton L gutter. Hendra mengatakan hal itu sudah terbukti mampu mengamankan Sirkuit Mandalika meskipun hujannya cukup lebat sampai 100 milimeter. Terbukti saat gelaran World Superbike (WSBK) November 2021 lalu, dan tes pra musim MotoGP pada Februari 2022 lalu.

“Saat WSBK tahun lalu, hujannya sangat lebat. Tapi Alhamdulillah, Sirkuit Mandalika aman dari genangan. Sudah dua kali uji coba,” ujarnya.

Dengan sistem pengendali banjir ini, Hendra juga masih berkeyakinan sama, Saat MotoGP 18-20 Maret 2022 ini akan berjalan lancar meskipun dikhawatirkan potensi cuaca ekstrem.

Saluran pengendali banjir timur dan barat yang dibuat untuk mengamankan Sirkuit Mandalika dari terjangan air.

Selain membangun sistem pengendali banjir, BWS Nusa Tenggara I mendukung pemenuhan kebutuhan strategis bagi banyak orang saat MotoGP nanti. Yaitu, dengan menyuplai kebutuhan air baku (air yang bisa diolah jadi air minum). Memanfaatkan dua sumber yaitu Bendungan Pengga dan Bendungan Batu Jai di Lombok Tengah.

“Kita tambah suplai air bakunya 150 liter perdetik. Diperkuat oleh Bendungan Pengga dan Batu Jai,” jelas Hendra.

Air baku ini didistribusikan ke jaringan PDAM Kabupaten Lombok Tengah. Selanjutnya terdistribusi ke jaringan-jaringan ke masyarakat, dan ke KEK Mandalika.

“Dengan menambah debit air bakunya, kita berharap kebutuhan air untuk banyak orang saat MotoGP, dan kebutuhan hotel bisa terpenuhi. Sehingga sukses Lombok, Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP,” demikian Hendra.(ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button