Mataram

Warek III Unram Sesalkan Adu Jotos Saat Pemilihan BEM

Mataram (NTB Satu) – Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram) diwarnai adu jotos antar mahasiswa. Peristiwa tersebut terjadi di saat momen pemungutan suara di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram pada Kamis 24 Februari 2022.

Kasus kericuhan yang terjadi antar kelompok mahasiswa itu, berawal dari sejumlah mahasiswa yang komplain soal teknis pemilihan. Sehingga memicu munculnya perdebatan antar kelompok mahasiswa, bahkan situasi semakin memanas dan menimbulkan adu jotos.

IKLAN

Salah seorang saksi mata Lalu Arya Panji kepada ntbsatu.com menuturkan, insiden kerusuhan tersebut terjadi karena persoalan teknis pemilihan yang diatur Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM).

“Sebenarnya tidak ada hak dari kelompok pemicu konflik dengan pihak KPRM,” terangnya.

Kericuhan itu lanjutnya sebenarnya terjadi sampai empat kali, namun bisa dikendalikan. Hanya saja ketika insiden terakhir, saat adanya pemukulan terhadap Presma BEM Unram 2021 tidak bisa dikendalikan.

“Maksud ingin melerai perkelahian, Yusri Presma BEM Unram 2021 menjadi korban pemukulan sampai berdarah,” lanjutnya.

Bahkan, pemilihan yang seharusnya dimulai pukul 09.00 Wita ditunda sampai beberapa kali. Dikarenakan insiden kericuhan yang timbul di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram.

Sementara itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mataram Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani, menyebutkan seharusnya insiden tersebut tidak terjadi di lingkungan kampus.

“Sangat disayangkan ya,” ujar Prof Enny.

Ia berpesan agar proses demokrasi di kampus harus berjalan sesuai dengan etika berdemokrasi yang baik. Pihaknya juga sangat menyesalkan kejadian yang seharusnya tidak boleh ada tindakan anarkis.

“Mahasiswa harus menyelesaikan Pemira dengan tidak anarkis,” tandasnya.

Pemilihan Ketua BEM Universitas Mataram 2022 telah mengalami beberapa kali penundaan. Sebelumnya, Pemira dijadwalkan akan dilaksanakan secara offline pada awal tahun 2022.

Namun, Pemira tersebut urung dilakukan. Kegiatan itu kemudian diwacanakan akan dilaksanakan secara daring. Hingga menjelang akhir Februari, Pemira kemudian baru bisa dilaksanakan secara offline. (MIL)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button