MotoGPSirkuit Mandalika

Tinjauan Cadas Mantan Pebalap MotoGP Soal Karakter Sirkuit Mandalika

Mataram (NTB Satu) – Mantan pembalap MotoGP dan WSBK, Simon Crafar, Jumat (11/2) memberikan ulasan menarik soal karakter Sirkuit Mandalika.

Seperti dipublikasikan di laman resmi motogp.com, Simon Crafar menilai, sirkuit ini memiliki beberapa karakter khas, yaitu yang pertama trek hanya memiliki dua titik pengereman keras yaitu tikungan pertama dan tikungan ke-10. Selanjutnya, Crafar menilai Sirkuit Mandalika adalah sirkuit yang sangat mengalir, bukan sirkuit “tenaga kuda”.

IKLAN

Poin ketiga yang disampaikan oleh reporter pitlane MotoGP ini yaitu sirkuit ini menawarkan energi yang besar, sangat cepat, entri sudut tikungan. Selanjutnya ada banyak tikungan yang memaksa pengendara untuk mengerem keras pada sudut kemiringan yang besar, atau membuka gas dengan keras pada sudut tertentu.

Sirkuit ini juga dinilai memiliki limpasan besar dan perangkap kerikil, yang berarti aman atau positif bagi pembalap. Serta ada beberapa perubahan arah yang cepat di dalam trek yang menurutnya sangat fantastis.

Simon Crafar telah melihat keseluruhan trek dan berupaya mengenalnya dari dalam mobil Jumat (11/2). Ia menyamakan beberapa bagian Sirkuit Mandalika dengan sejumlah sirkuit di belahan dunia lainnya. Misalnya pada start/finish hingga setelah tikungan 6 mirip seperti Sirkuit Misano Italia.

Kemudian, setelah tikungan 6 sampai belokan 10 seperti sirkuit Chicanes di Hockenheim Jerman atau Ascari di Monza dan tepat setelah tikungan 10 hingga setelah tikungan 14 seperti sirkuit Sepang. Kemudian bagian terakhir Sirkuit Mandalika seperti Termas de Rio Hondo Argentina.

“Kesan pertama saya tentang trek ini adalah mega!” kata Simon Crafar dalam ulasannya. Kata mega mempunyai arti memiliki peringkat tertinggi, unggul, luar biasa dan sesuatu yang sangat penting. (ZAS)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button