Lombok Barat

11.460 Ton Pupuk Subsidi Masuk NTB, Harusnya Petani tak Panik

Lombok Barat (NTB Satu) – Pupuk langka kembali jadi isu meresahkan di awal musim tanam tahun 2022. Faktanya, ketersediaan pupuk di di gudang produsen sangat mencukupi.

Sebanyak 11.460 ton pupuk Urea subsidi masuk ke NTB, saat ini proses bongkar di pelabuhan. Sesuai mekanismenya, akan disalurkan langsung kepada distributor, lalu kepada kios-kios petani, hingga ke petani.

Dua kapal pengangkut pupuk dari pabriknya di Palembang sudah masuk. Satu kapal berkapasitas jumbo, Abu Samah yang mengangkut sebanyak 7.660 ton pupuk curah tengah bongkar di Pelabuhan Lembar.

Satu kapal lainnya, Sahabat Sejati 8, mengangkut 3.800 ton. Juga sedang bongkar di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Totalnya sebanyak 11.460 ton.

Proses bongkar berlangsung seminggu, maksimal dua minggu. Pupuk curah yang dibongkar di Pelabuhan Lembar ini selanjutnya akan didistribusikan ke gudang Pusri (lini II) di Lembar. Guna dikemas, dan didistribusikan kembali ke distributor pupuk di Pulau Lombok. demikian juga di Pelabuhan Badas Sumbawa. Pupuk yang sudah dalam kemasan ini akan dikirim ke gudang-gudang distributor di Pulau Sumbawa.

Seharusnya Petani Tak Panik

PT. Pupuk Sriwijaya Palembang (Pusri) Kantor Pemasaran Wilayah NTB, rencananya akan datang lagi kapal Anugerah Buana 8 yang akan sandar di Pelabuhan Bima tanggal 29 Januari 2022 ini. Mengangkut sebanyak 2.650 ton pupuk Urea.

Melihat ini, mestinya tidak ada lagi isu-isu tentang kelagkaan pupuk. Karena ketersediaan stok sangat mencukupi hingga bulan depan.

Kepala Kantor Pemasaran Pusri Wilayah NTB, Eman Haris terkait itu, mestinya petani tidak perlu khawatir. “Karena produsen sudah menyediakan pupuk melebihi kebutuhan petani saat ini,” katanya Kamis 27 Januari 2022.

Eman Haris bersama Edi Prasetia Sitepu, AVP Operasi Logistik Bali dan Nusa Tenggara PT. Pusri menerangkan, dalam rangka percepatan logsitik di NTB , Pursi melakukan upaya percepatan pendistribusian pupuk ke NTB.

Sehingga dikerahkan kapal-kapal pengangkut pupuk berkapasitas besar. Eman menerangkan, tahun 2022 ini, pemerintah pusat mengalokasikan sebanyak 186.922 ton pupuk Urea subsidi ke NTB. Naik sebanyak 14.000 ton dibandingkan jatah tahun 2021 lalu sebanyak 172.068 ton.

Pada Januari 2021 ini, kebutuhan pupuk di NTB sebesar 34.000 ton. Namun, bersamaan dengan musim tanam yang serempak dilaksanakan oleh petani, konsumsi pupuknya mencapai 38.000 ton.

Sebanyak 4.000 ton kelebihan dari kebutuhan ini, diambil dari jatah yang seharusnya didistribusikan pada bulan Februari.

Sementara, di Bulan Februari sendiri, kebutuhan pupuk sebanyak 15.000 ton. Sudah tersalur di Bulan Januari sebanyak 4.000. Artinya tinggal 11.000 ton sisa yang harus didistribusikan kepada petani.

Sementara itu, total stok pupuk Urea subsidi yang disiapkan oleh Pusri Wilayah NTB sebanyak sebanyak 51.000 ton. Dan sudah tersalur sebanyak 38.000 ton. Atau tersisa sebanyak 13.000 ton. Belum termasuk yang masuk di akhir Februari.

“Kapal pupuk terus masuk. NTB Ini termasuk perioritas nasional. karena daerah lumbung pangan,” jelas Eman.

Hanya saja, pemerintah di daerah juga harus pandai-pandai. Pupuk harus disalurkan tepat sasaran dan tepat jumlah. Mengingat, untuk alokasi tahun 2022 dengan e-RDKK adalah 25,580,180 ton. Untuk dibagi-bagi ke seluruh wilayah di Indonesia.Namun yang disetujui pemerintah sebesar 9,118,057 ton. Atau ada gab 16,462,123 ton. (BKA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button