NTBSirkuit Mandalika

Antusias, Warga NTB Saksikan Langsung MotoGP Junior di Sirkuit Mandalika

Lombok Tengah – Ratusan warga begitu antusias menyaksikan peristiwa pertama kali dalam hidup mereka. Luar biasa, kalimat yang mewakili ekspresi mereka ketika motor motor dengan speed 250 Cc melesat di seberang lintasan.

Sejak pagi, warga berbondong-bondong ke halaman masjid Al Bilad. Di sana sudah disiapkan tiga stan untuk screening untuk protokol kesehatan (prokes).

Ada tiga tahapan yang harus dilalui. Pemeriksaan kartu vaksin tahap dua, swab, kemudian, check in dan scan barcode untuk memperoleh id card visitor. Rombongan penonton silih berganti diantar menggunakan minibus ke area sirkuit.

Di podium yang baru dibangun konstruksinya, penonton terus berdatangan, berjejer berdiri di vaneu.

Suara knalpot racing motor Honda NSF250R terus bersahutan, memicu suara bising. Tapi itulah sensasinya. Atmosfer yang selama ini mereka saksikan di televisi, sekarang langsung di depan mata.

“Wow, luar biasa,” kata Intan, penonton yang jauh jauh datang dari Lombok Timur. Ia tak bisa berucap apa apa, kecuali kagum dan tak menyangka bisa menyaksikan langsung balapan di sirkuit kebanggaan mereka.

“Ini yang kami nanti nantikan. Luar biasa, sekarang bisa liatin langsung,” kata Sahmet, asal Lombok Tengah. Suasana gerah akibat panas menyengat tak mempengaruhi adrenalin penonton mengimbangi para pembalap.

Ada 21 pembalap yang berlaga siang itu, berasal dari sejumlah negara Asia, empat diantaranya Indonesia. Pagi hingga siang mereka melakukan pemanasan lintasan atau free practice, kemudian Pukul 16.00 Wita ajang seriesnya, yakni kualifikasi penentuan posisi race.

Hasilnya, tiga dari empat pembalap Indonesia masuk kualifikasi 10 besar. Mereka adalah Fadilah Aditama, Reykat Yusuf Fadillah dan Herjun Firdaus.

Selanjutnya mereka akan menjalani race untuk menuju penentuan juara Minggu 14 November 2021.

Penonton yang berdatangan sejak pagi dan setia menunggu sampai sore datang dari berbagai latar. Tentu saja olahraga otomotif bagi sebagian ada yang familir, ada juga yang sangat awam. Datang hanya menikmati eforia dan wujud sirkuit dari dekat.

Tampak dari obrolan menggelitik dua penonton siang itu dalam dialek Bahasa Sasak.

“Ada pembalap Lombok di sini?,” tanya polos seorang pemuda dengan kaos kupluk di kepalanya.

“Mbe Arak. Arowah side jak arak arak doang,” timpal pria berkacamata di sebelahnya setengah mengejek.

“Ini ni tingkat asia. Aran ne free price. artine percobaan. Pembalapnya dari Indonesia empat orang, lainnya dari Cina, Jepang, Thailand,” ujar pria berkacamata tadi menjelaskan yg dipahaminya soal IATC. (HAK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button