NTB

Wagub Apresiasi, Pekerjaan Konstruksi di NTB Libatkan Perempuan

Mataram (NTB Satu) – Tenaga kerja perempuan dilibatkan dalam pembangunan 14 fasilitas pendidikan dan kesehatan di NTB dampak bencana. Melalui program UNDP Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assistance (Petra), proyek ini hampir rampung. Hingga bulan September 2021, kemajuan pekerjaan konstruksi secara kumulatif telah mencapai 95 persen.

“Dalam situasi pandemi kegiatan rekonstruksi tetap berjalan dengan baik dan lancar. rekonstruksi 4 sekolah SMKN dan 10 fasilitas kesehatan diperkirakan rampung Oktober 2021” kata koordinator UNDP Petra NTB, Zaenudin, Rabu (22/9) usai bertemu Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah.

IKLAN

Pekerjaan konstruksi melibatkan tenaga lokal mencapai 66 persen dari total 399 pekerja dan seluruh pekerjaan finishing dikerjakan tenaga lokal.
Sebelumnya, UNDP Petra mendorong pelibatan tenaga kerja perempuan dalam pembangunan konstruksi.

Kabar baiknya, sebanyak 36 perempuan terampil dan semi terampil telah terlibat dalam pembangunan. Selain itu UNDP Petra juga memastikan adanya keadilan upah yang setara dengan pekerja laki-laki, memastikan layanan pendukung sesuai dengan kebutuhan spesifik pekerja perempuan seperti tempat istirahat terpisah antara perempuan dan laki-laki.

Menyediakan penginapan bagi pekerja perempuan yang lokasi tempat tinggalnya jauh dengan upah penuh. Serta memastikan adanya kotak pengaduan dan call center di lokasi pembangunan konstruksi yang mudah diakses oleh perempuan dan laki-laki.

UNDP juga memberikan dukungan pemulihan infrastruktur ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas UMKM, akses pasar dan peningkatan nilai tambah komoditi strategis di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara.

Sementara Wakil Gubernur pada kesempatan itu mengapresiasi implementasi GESI (Gender Equality and Social Inclusion) dengan melibatkan 36 pekerja perempuan dalam pekerjaan konstruksi Petra.

Mereka mendapatkan fasilitas pendukung sesuai kebutuhan spesifik perempuan serta upah yang setara dengan laki-laki sesuai keahlian dan keterampilan.

“Hal ini membantu kehidupan perempuan dan mengurangi kerentanannya di masa krisis pasca bencana gempabumi dan pandemi saat ini,” kata Wagub.
Wagub menambahkan, praktek baik partisipasi pekerja perempuan disektor infrastruktur terlihat dan terdokumentasi pada program Petra UNDP.

“Praktek baik proyek Petra menurutnya perlu diadopsi dalam pembangunan NTB ke depan, terutama pelibatan perempuan dalam sektor konstruksi, peningkatan kapasitas dan sertifikasi pekerja perempuan,” tutup Wagub. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button