NTB

NTB Harus Maksimalkan Kesempatan di Program OGP Internasional

Mataram (NTB Satu) – Kesempatan yang diraih Provinsi NTB sebagai satu-satunya Provinsi yang masuk Program Open Government Partnership (OGP) Internasional bersama empat Kabupaten/Kota, yaitu Kota Semarang, Kab. Banggai, Kab. Brebes dan Kab. Sumbawa Barat, harus dimanfaatkan secara maksimal.

IKLAN

Hal itu diutarakan Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat membuka acara Uji Publik Action Plan Open Government Partnership Internasional yang berlangsung secara daring, Rabu, 28 Juli 2021. “Kita sudah masuk untuk berkompetisi harus betul-betul dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Ummi Rohmi.

Program-program yang telah digagas oleh Pemerintah harus bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya program unggulan NTB Care. Ummi Rohmi mengatakan bahwa NTB Care hadir kemasyarakat sebagai media yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam berbagi keluh kesah dengan pemerintah.

“Dengan komunikasi dua arah yang baik sebagai modal awal yang baik bagi pemerintah sehingga apapaun yang ingin disampaikan oleh masyarakat bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui aplikasi NTB Care,” kata Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga menjelaskan kehadiran posyandu keluarga sebagai media edukasi berbasis dusun yang menangani permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat.

IKLAN

“Kita jadikan posyandu sebagai pusat edukasi berbasis dusun ayng kita harapkann permaslalahan Kesehatan dapat diatasi di posyandu keluarga,” kata Ummi Rohmi.

Sehingga dengan adanya Sistem Informasi Posyandu Keluarga dapat merangkum seluruh data-data posyandu keluarga se-NTB. “Data tersebut dapat menjadi bahan kita untuk melakukan action-action kedepan untuk mengatasi berbagai permaslaahan yang ada di NTB,” tuturnya.

Sementara itu, program unggulan NTB Satu Data sebagai salah satu solusi Provinsi NTB dalam masalah kurang keakuratan data,

“Seluruh OPD dapat memanfaatkan NTB Satu Data dalam pengeloaan data, apalagi pada bagian ekseskusi program,” tegas Ummi Rohmi.

Dilain sisi, Umi Rohmi juga mengapresiasi Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) atas masuknya kedalam Program OGP.

“Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong KSB menjadi salah satu kegiatan yang dapat dicontoh oleh KAB/KOTA yang lain, karena sistem gotong royong sudah tumbuh sejak dahulu sehingga pada saat terjadinya bencana alam kita dapat lansgung bergerak,” pungkas Ummi Rohmi. (r/diskominfotikntb)

IKLAN
IKLAN

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Back to top button