Mataram (NTBSatu) – Limbah tambak udang Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara terbuang ke laut. Alhasil, warga mengeluhkan bau limbah dari tambak udang tersebut.
Kabid Penataan dan Pengawasan Lingkungan Dinas LHK NTB, H. Didik Mahmud Gunawan Hadi mengatakan, telah berkoordinasi dengan Polisi Khusus (Polsus) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB.
“Kami berencana akan Lombok Utara pada 10 Juni 2024 mendatang. Karena, Polsus memang baru bisa bergerak pada tanggal 10 Juni itu,” ungkap Didik, Kamis, 6 Juni 2024.
Didik berharap agar Polsus dapat membantu dalam menangani masalah ini. Tujuannya agar upaya penindakan menjadi lebih kuat.
Dinas LHK NTB tidak memiliki wewenang untuk memberhentikan atau menyegel suatu pabrik, melainkan hanya mampu memberikan surat teguran.
Berita Terkini:
- Gubernur NTB Nilai Satgas PPKS di Ponpes tak Urgen, Aktivis Anak: Justru Itu yang Belum Ada
- PPATK Sebut Korupsi dan Narkotika Jadi Kejahatan Tertinggi Tindak Pidana Pencucian Uang
- Sidang Perdana Gugatan Mobil Esemka dan Ijazah Digelar Besok, Jokowi Bakal ke Vatikan?
- Hakim Jatuhkan Vonis Dua Terdakwa Korupsi KUR BSI Petani Porang
- LIPSUS – Jalan Mundur Layanan Kesehatan NTB
“Sementara, Polsus DKP NTB berwewenang untuk menyegel atau memasang garis polisi. Tentu saja tergantung dengan kondisi lapangan,” ucap Didik.
Lebih lanjut, Didik mengakui bahwa izin perusahaan tambak udang di KLU memang dipegang Pemprov NTB. Oleh karena itu, pihaknya mengirim pengawas yang sesuai dengan standar pperasional yang berlaku.
“Sampai saat ini, perusahaan tersebut masih beroperasi. Semoga menemukan jalan keluar,” tandas Didik. (GSR)