Jelang MotoGP Mandalika, ASDP Siapkan hingga 17 Kapal di Lembar
Lombok Barat (NTBSatu) – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Lembar menyiapkan skenario maksimal 17 kapal menghadapi arus penonton MotoGP Mandalika 2026. Kesiapan tersebut mencakup fasilitas pelabuhan, personel, dan koordinasi dengan operator kapal swasta.
General Manager PT ASDP Cabang Lembar, Anis Adinizam mengatakan, kondisi layanan masih berjalan normal. Ia menyebut, ada 13 kapal dan 14 trip yang siaga di hari biasa.
“Kita menggunakan pola yang sekarang itu ada 13 kapal dengan 14 trip,” kata Anis, Selasa, 6 Oktober 2026.
ASDP dapat meningkatkan layanan menjadi 14 kapal dengan 16 trip jika permintaan meningkat. Dalam skenario paling padat, ASDP dapat mengoptimalkan seluruh 17 kapal yang tersedia.
“Skema ekstremnya bisa maksimal di sini ada 17 kapal,” ujarnya.
Namun, skenario tersebut belum pernah digunakan berdasarkan pengalaman ASDP. Anis mengatakan, keputusan pengoperasian seluruh armada berada pada otoritas pelabuhan.
ASDP telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan operator kapal melalui Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap).
“Intinya kami menyiapkan semua fasilitas supaya skema itu bisa berjalan,” katanya.
Siapkan 17 Kapal
Total 17 kapal tersedia untuk mendukung layanan lintasan Lembar-Padangbai. Namun, hanya dua kapal yang berasal dari ASDP. Sebanyak 15 kapal lainnya berasal dari operator swasta yang tergabung dalam Gapasdap.
Kondisi tersebut membuat koordinasi antarpelaku menjadi penting saat terjadi lonjakan penumpang. Anis mengatakan ASDP juga menyiapkan 190 personel di Cabang Lembar.
Sebanyak 101 personel lainnya bersiaga di lintasan Padangbai. ASDP memperkirakan lonjakan terbesar terjadi saat penonton meninggalkan Mandalika. Pihaknya akan memantau pergerakan penumpang dari Padangbai sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Pelonjakan itu nanti bisa kita prediksi setelah melihat ada inputan masuk dari Padangbai,” ujarnya.
Arus Penumpang Masih Normal
Meski menyiapkan skenario maksimal, ASDP belum melihat lonjakan penumpang hingga H-4 MotoGP Mandalika 2026. Anis mengatakan, arus penumpang masih normal.
“Sampai sekarang, dari kemarin sampai sekarang belum ada pergerakan sama sekali,” katanya.
Kondisi berbeda terlihat pada angkutan logistik. ASDP sempat mencatat peningkatan pengiriman logistik untuk memenuhi kebutuhan persiapan MotoGP Mandalika.
Namun, peningkatan tersebut masih berada dalam kondisi normal. Situasi tersebut membuat ASDP belum perlu mengaktifkan skenario 17 kapal. Kesiapan armada saat ini lebih berfungsi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan.
“Kita bikin posko bareng yang ada di depan ruang tunggu. Tapi memang itu untuk logistik yang supply untuk kebutuhan persiapan di Mandalika tapi semuanya masih normal sih,” jelasnya.
ASDP juga menyiapkan fasilitas pendukung bagi pengguna jasa selama periode MotoGP. Pihaknya membangun posko bersama sejumlah instansi di kawasan pelabuhan. Posko tersebut melibatkan KP3, kepolisian, BMKG, dan Lanal.
ASDP juga menyiapkan tenda bagi penumpang yang harus menunggu di kawasan pelabuhan. Anis mengatakan area depan dermaga dapat menampung sekitar 100 kendaraan dalam kondisi teduh.
“Kami bikin posko bareng yang ada di depan ruang tunggu,” ujarnya. (*)




