Tahun Depan, BLK Sumbawa Barat Garap Pembekalan Calon PMI Mandiri
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat mematangkan kesiapan sarana pelatihan tenaga kerja lokal. UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa Barat memproyeksikan proses pembekalan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) terselenggara langsung di daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si. melalui Kepala BLK KSB, Randi Darmansyah, merancang skema pelatihan mandiri untuk gelombang berikutnya. Pihaknya mengupayakan agar para peserta tidak perlu lagi mengikuti proses pembekalan di luar daerah.
Langkah strategis ini mengantisipasi proses penyesuaian peserta yang terlalu jauh dari rumah. Selain itu, pemusatan pelatihan di daerah akan meningkatkan efisiensi waktu dan persiapan pemerintah.
“Kami mengupayakan agar pada gelombang selanjutnya, pra-pelatihan bisa terlaksana langsung di BLK KSB. Langkah ini kami ambil agar peserta lebih siap secara mental dan efisien,” ujar Randi, Selasa, 27 Oktober 2026.
Randi menyampaikan gagasan ini secara langsung kepada pihak Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara saat bertemu di Surabaya. Pemkab KSB mendorong agar skema kerja sama ke depan bersinergi langsung dengan fasilitas BLK lokal.
Dekatkan Akses Pelatihan Peserta
Selama ini pihak mitra menjalankan proses pembekalan peserta di kawasan Bekasi. Penguatan fasilitas BLK lokal akan memangkas jarak serta mempermudah pengawasan proses pelatihan calon pekerja.
“Pelatihan yang dekat dengan rumah membuat peserta bisa belajar lebih maksimal. Saya khawatir peserta yang berangkat ke Bekasi nanti perlu penyesuaian lagi di sana,” tegas Randi.
Pemerintah daerah juga berencana merangkul berbagai lembaga pelatihan kerja swasta yang mengelola program penempatan luar negeri. Kerja sama ini mencakup jaringan penempatan tenaga kerja menuju negara tujuan seperti Jepang.
Langkah ini memastikan seluruh fasilitas gedung dan peralatan BLK Sumbawa Barat beroperasi secara optimal. Keberadaan LPK mitra akan memperluas akses informasi dan peluang kerja bagi masyarakat setempat.
“Kami berharap perangkat di daerah siap menggembleng peserta dari awal. Saat berangkat nanti, mereka tinggal menata kesiapan akhir sebelum bertolak ke negara tujuan,” pungkas Randi. (*)




