Krisis Air Bersih, Warga di Bima Blokade Jalan Minta Pemkab Segera Turun Tangan
Bima (NTBsatu) – Musim kemarau panjang melanda wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan dampak serius terhadap warga. Terutama persoalan ketersediaan air bersih.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Bima mengalami kekeringan ekstrem. Seperti Kecamatan Woha dan Palibelo.
Masyarakat di dua wilayah kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan memasak, minum dan lainnya.
Akibat Kekeringan ekstrem dan sulitnya mendapatkan pasokan air, membuat warga di Desa Kalampa, Kecamatan Woha melakukan aksi blokade jalan raya.
Tampak warga menutup ruas jalan menggunakan batu, kayu, bambu hingga gazebo.
Dalam aksinya, mereka meminta kepada pemerintah Desa dan Pemkab Bima segera turun tangan menyalurkan bantuan air bersih serta memberikan solusi permanen agar masalah mendasar ini tidak terus dibiarkan berlarut-larut.
Aksi warga dibenarkan oleh Kapolsek Woha, Iptu Ruslan Agus saat dikonfirmasi. Dia menyebut warga melakukan aksi blokade jalan karena persoalan air bersih.
“Alhamdulillah sudah kami bicarakan dan aksi cepat selesai,” kata Iptu Ruslan Agus saat dihubungi via WhatsApp, Kamis, 29 Oktober 2026.
Terpisah Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Abdul Muis mengakui kekeringan tahun 2026 lebih parah ketimbang tahun sebelumnya.
“Kekeringan tahun 2026 lebih parah dari pada tahun 2025 maupun 2024 kemarin,” kata Abdul Muis.
Mantan Camat Ambalawi ini menerangkan kekeringan ekstrem berdampak terhadap kebutuhan air bersih untuk masyarakat. Kata dia hampir semua kecamatan di Bima dilanda bencana kekeringan.
Terutama di Kecamatan Palibelo dan Woha, hampir semua desa kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum, masak dan lain sebagainya.
“Seperti di Desa Kalampa (Woha), Desa Nata, Dore, Roi, Cenggu dan lainnya. Disana sulit untuk mendapatkan air bersih karena Kekeringan panjang,” tambah Abdul Muis.
Abdul Muis menyebut di wilayah itu terdapat bendungan Roiroka. Hanya saja kondisinya saat ini sudah mengering akibat cuaca panas ekstrem. Melihat kondisi yang ada saat ini, pihaknya rutin menyalurkan bantuan air bersih.
“Hampir setiap hari kami membawa air bersih untuk masyarakat. Para anggota hampir setiap malam baru bisa pulang setelah menyalurkan air bersih,” ucapnya menegaskan.
Dalam momentum itu, Abdul Muis berharap adanya turun hujan dalam dekat ini. “Semoga hujan turun, karena sekarang kekeringan sudah sangat ekstrem,” harapnya. (MSR)




