Politik

DPD Demokrat NTB Hormati Keputusan Kader Pindah Partai

Mataram (NTBSatu) – DPD Demokrat NTB menegaskan, tidak mempermasalahkan perpindahan sejumlah kadernya ke partai politik lain. Bagi Demokrat, dinamika keluar masuk kader merupakan hal yang lumrah dalam politik dan justru menjadi indikator keberhasilan kaderisasi internal partai.

Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB, Syamsul Fikri menyebutkan, pihaknya menghormati setiap langkah politik kader yang berhijrah. Termasuk langkah Rais Ishak, kader inti Partai Demokrat sekaligus mantan anggota DPRD NTB empat periode.

Menurutnya, perpindahan tersebut tidak mengganggu solidaritas Demokrat maupun mempengaruhi kekuatan partai menghadapi agenda politik ke depan. “Kami menghormati langkah politik yang dilakukan kader inti Partai Demokrat,” ujarnya pada Jumat, 8 Mei 2026.

IKLAN

Kondisi tersebut, katanya, bukan pertanda Demokrat kehilangan kekuatan, melainkan bukti, stok kader partai berlambang bintang mercy itu tetap berlimpah.

“Kami bangga ada kader demokrat menjadi ketua partai lain. Berarti, kader demokrat tidak kekurangan stok. Kaderisasi Partai Demokrat berhasil menciptakan, calon pemimpin bagi partai lain,” tegas anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTB tersebut.

Meski begitu, Demokrat mengaku, tetap menjadikan fenomena tersebut sebagai bahan introspeksi internal. Introspeksi untuk memperkuat komunikasi antar kader, menjaga harmonisasi organisasi, dan memastikan tidak ada sekat antara kader senior maupun kader baru

Menurutnya, seluruh kader memiliki porsi yang sama dalam membesarkan partai. Kader inti, katanya, tidak boleh merasa paling berhak, sementara kader baru juga harus diberikan ruang yang sama untuk berkembang.

Ia menambahkan, Demokrat juga terbuka terhadap kader baru yang ingin berkontribusi. Termasuk, jika suatu saat mencalonkan diri dalam kontestasi kepemimpinan pengurus partai di tingkat daerah.

“Ya silakan saja, yang penting dia punya KTA (Kartu Tanda Anggota). Malah saya katakan the new kader itu, yang penting bisa memberikan kontribusi baik terhadap partai. Tahu tentang nadi partai, tahu tentang nadi kader,” ujarnya.

Pelaksanaan Musda DPD Demokrat NTB

Terkait agenda Musyawarah Daerah (Musda), ia menyebut, hingga kini DPD Demokrat NTB masih menunggu jadwal resmi dari DPP. Namun ia memastikan, kapan pun Musda, Demokrat NTB memiliki banyak figur potensial untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

Selain ia, Syamsul juga menyebutkan calon-calon potensial yang mungkin terlibat dalam kontestasi tersebut. Di antaranya, Wali Kota Bima, H. A. Rahman; politisi muda Demokrat NTB, Raden Satriadi; Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur, Amrul Jihadi; serta Srikandi Partai Demokrat NTB, Hj. Nurhidayah.

Meski begitu hingga kini masih belum ada kejelasan terkait rencana tersebut, karena masih menunggu keputusan terkait status hukum dari Mantan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman. (Arum)

Artikel Terkait

Back to top button