Dukung Sikap Wali Kota soal LGBT, DPRD Kota Mataram Soroti Aktivitas Malam di Jalan Umar Maya
Mataram (NTBSatu) – Anggota DPRD Kota Mataram, Herman Fanani, mendukung pernyataan Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, yang menegaskan tidak memberikan ruang bagi LGBT di Kota Mataram.
Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat yang menginginkan lingkungan sosial tetap kondusif dan sesuai dengan norma yang berlaku.
“Kami mendukung penuh pernyataan Pak Wali Kota bahwa tidak ada ruang bagi LGBT di Kota Mataram. Tapi faktanya, masih ada keluhan masyarakat terkait aktivitas pada beberapa titik. Salah satunya di kawasan Jalan Umar Maya yang sering menjadi perhatian warga,” ujar Herman, Minggu, 14 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kawasan Jalan Umar Maya di sekitar Pasar Cakranegara telah lama menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan laporan, sejumlah warga mengaku merasa tidak nyaman dengan aktivitas yang kerap terjadi di lokasi tersebut, terutama pada malam hingga dini hari.
Menurut Herman, pemerintah daerah patut diapresiasi karena telah melakukan patroli rutin untuk menjaga ketertiban. Namun, ia menilai langkah tersebut belum mampu memberikan efek jangka panjang.
“Patroli memang sudah dilakukan, tetapi masyarakat menilai efeknya masih sementara. Setelah petugas pergi, aktivitas yang sama kembali terjadi. Karena itu perlu langkah yang lebih konkret dan berkelanjutan,” kata dewan Dapil Cakranegara tersebut.
Politisi itu persoalan di kawasan tersebut bukan hal baru. Karena itu, pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu menyusun strategi penanganan yang lebih efektif, tidak hanya mengandalkan pengawasan sesaat.
“Kalau penanganannya tidak serius dari sekarang, tentu akan menjadi pekerjaan yang lebih berat ke depan. Yang masyarakat butuhkan adalah langkah nyata untuk mencegah persoalan ini berkembang lebih luas,” tegas anggota DPRD Kota Mataram tersebut.
Herman berharap pemerintah daerah, aparat penegak perda, dan unsur masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
“Langkah pencegahan dan pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar Kota Mataram tetap aman, nyaman, serta selaras dengan nilai sosial dan budaya masyarakat setempat,” pungkasnya. (*)




