Dosen STKIP Taman Siswa Bima Bidik Pendanaan Riset Global Melalui Skema Horizon Europe dan JSPS
Bima (NTBSatu) – Dua dosen STKIP Taman Siswa Bima terpilih mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Peneliti Menuju Hibah Internasional, yang Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) selenggarakan di Universitas Islam Indonesia, Makassar, pada 9 hingga 12 Juni 2025.
Kedua dosen tersebut yakni Dr. Mariamah, M.Pd., dosen Program Studi Magister Pedagogi, serta Dr. Nanang Diana, M.Pd. Keikutsertaan mereka mencerminkan komitmen STKIP Taman Siswa Bima dalam memperkuat kapasitas riset dan memperluas jejaring akademik internasional.
Workshop tersebut menghadirkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kegiatan itu, peserta memperoleh penguatan kompetensi untuk meningkatkan peluang mendapatkan hibah penelitian dari lembaga donor internasional.
Penyelenggara menempatkan kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi. Para dosen memperoleh wawasan baru mengenai pengembangan riset yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Selama workshop berlangsung, peserta mempelajari berbagai strategi untuk mengakses sumber pendanaan penelitian pada tingkat global. Narasumber mendorong akademisi Indonesia agar lebih aktif bersaing dalam berbagai program hibah internasional.
Beberapa skema pendanaan yang menjadi fokus pembahasan antara lain Horizon Europe, Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), serta Gates Foundation. Berbagai program tersebut membuka peluang bagi peneliti Indonesia untuk mengembangkan riset berskala internasional.
Perkuat Proposal dan Jejaring Internasional
Selain mengenal berbagai sumber pendanaan, peserta juga mempelajari teknik menyusun proposal yang kompetitif. Materi workshop mencakup kejelasan tujuan penelitian, keterkaitan antarbagian proposal, serta penyampaian kebaruan penelitian secara proporsional.
Narasumber juga mengingatkan pentingnya menyusun proposal yang realistis dan sesuai kebutuhan lembaga pemberi hibah. Pendekatan tersebut dapat meningkatkan peluang proposal untuk lolos dalam proses seleksi yang sangat kompetitif.
Workshop turut menyoroti pentingnya membangun jejaring riset internasional yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan akademisi luar negeri mampu memperluas dampak penelitian, sekaligus memperbesar peluang memperoleh pendanaan.
Dr. Mariamah mengaku, memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, peluang meraih hibah internasional terbuka bagi seluruh dosen yang memiliki kesiapan dan strategi yang tepat.
“Kegiatan ini membuka perspektif kami bahwa dosen daerah juga memiliki peluang yang sama untuk memperoleh hibah internasional, asalkan memiliki kesiapan, jejaring kolaborasi, serta proposal yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan donor,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Nanang Diana menyampaikan, workshop ini mampu mendorong lahirnya penelitian unggulan dari lingkungan STKIP Taman Siswa Bima.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya riset di kampus, meningkatkan kolaborasi internasional, serta mendorong lahirnya proposal-proposal unggulan dari STKIP Taman Siswa Bima yang mampu memperoleh pengakuan dan pendanaan di tingkat global,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam workshop tersebut, STKIP Taman Siswa Bima kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya bidang penelitian.
Kampus berharap penguatan kapasitas dosen dapat meningkatkan produktivitas riset, kualitas publikasi ilmiah, serta reputasi institusi pada tingkat nasional dan internasional. (*)




