AdvertorialPendidikan

Dikbudpora Bima dan INOVASI NTB Gelar Workshop Kepemimpinan Sekolah, Dorong Perubahan di Kelas

Bima (NTBSatu) – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima bersama INOVASI NTB menggelar Workshop Kepemimpinan Satuan Pendidikan dan Madrasah untuk Peningkatan Mutu Layanan Berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari pada 9 hingga 11 Juni 2026 di Gedung Beradab STKIP Taman Siswa Bima, Kecamatan Palibelo.

Workshop tersebut lahir dari kebutuhan peningkatan kualitas layanan pendidikan yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Melalui kegiatan ini, para pemimpin sekolah dan madrasah memperoleh penguatan kapasitas kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada perubahan berkelanjutan.

IKLAN

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima bersama INOVASI NTB yang merupakan kemitraan Indonesia dan Australia. Kolaborasi itu bertujuan mendorong peningkatan mutu pendidikan, melalui penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran.

Rangkaian kegiatan sejak Senin, 8 Juni 2026, melalui sesi pra-workshop yang berisi persiapan teknis. Panitia juga menggelar briefing secara daring untuk peserta yang akan mengikuti kunjungan pembelajaran ke sekolah.

Pada hari pertama, peserta langsung melaksanakan kunjungan belajar ke sejumlah sekolah dan madrasah. Setelah kunjungan selesai, peserta mengikuti diskusi hasil observasi serta penguatan materi kepemimpinan pendidikan.

IKLAN

Hari kedua menghadirkan pembahasan mengenai analisis kondisi sekolah dan penyusunan desain perbaikan layanan pendidikan. Peserta mempelajari Rapor Pendidikan berbasis data serta menyusun RKAS untuk program literasi, numerasi, dan karakter.

Mereka juga memperoleh pengenalan strategi SOLO MASLO atau Solusi Lokal untuk Masalah Lokal yang menekankan pendekatan kontekstual. Pendekatan tersebut mendorong sekolah mencari solusi berdasarkan kebutuhan dan tantangan yang muncul pada lingkungan masing-masing.

Mendorong Kepemimpinan yang Menghasilkan Perubahan

Pada hari terakhir, peserta menyusun rencana aksi konkret dan Rencana Tindak Lanjut sebagai bentuk komitmen bersama. Rencana tersebut menjadi pedoman pelaksanaan program yang akan mereka terapkan setelah workshop berakhir.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menilai, forum tersebut menjawab persoalan mendasar dunia pendidikan. Menurutnya, berbagai pelatihan sering berlangsung, namun perubahan nyata dalam proses pembelajaran masih berjalan lambat.

“Mengapa perubahan nyata di kelas masih lambat meski banyak pelatihan diselenggarakan,” tanya retorisnya yang diikuti pernyataan, “perubahan sejati terjadi ketika sekolah merasa memiliki masalahnya sendiri, kepala sekolah hadir sebagai pemimpin pembelajaran, dan guru diberi ruang aman untuk bertumbuh,” ujarnya.

Ia juga menekankan, kepemimpinan transformatif tidak bergantung pada besarnya program yang sekolah jalankan setiap tahun. Menurutnya, perubahan berkelanjutan lahir dari tindakan sederhana yang berlangsung konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

“Tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah lokakarya ini. Mengubah refleksi menjadi rencana, rencana menjadi tindakan, dan tindakan menjadi kebiasaan,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bima, Faturrahman, S.Pd., M.Pd., mengingatkan, pentingnya keterlibatan kepala sekolah dalam aktivitas pembelajaran. Ia menilai, kehadiran pemimpin sekolah di ruang kelas mampu memperkuat hubungan dengan peserta didik.

“Jika anak-anak dekat dengan kita, maka mereka akan lebih mudah memahami konsep yang diberikan. Kepala sekolah harus sering masuk ke kelas agar tahu apa yang sesungguhnya terjadi di sana,” tegasnya.

Workshop tersebut melibatkan sepuluh fasilitator berpengalaman yang berasal dari unsur pengawas sekolah, kepala sekolah, akademisi, serta pejabat pendidikan.

Melalui kegiatan itu, para peserta mampu menganalisis kondisi sekolah secara kritis, menyusun strategi berbasis data, dan menghadirkan perubahan nyata yang berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran siswa. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait