Pengembalian 335 Harta Karun Lombok akan Jadi Napak Tilas Sejarah yang Hilang
Mataram (NTB Satu) – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) belum bisa memastikan, kepastian kepulangan 335 harta karun Lombok ke tanah air. Termasuk juga, 117 benda bersejarah yang dikembalikan lainnya.
Melalui keterangan resminya, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan, pihaknya masih membicarakan jadwal kepulangan benda bersejarah tersebut bersama Pemerintah Belanda.
Baca Juga:
- Ngaku Khilaf, Anggota DPRD NTB Penerima Uang Kembalikan Lewat Fraksi
- Bulog Sumbawa Serap 49 Ribu Ton Gabah, Optimalkan Panen Raya Kejar Target Tahunan
- Wabup Nursiah Lepas 375 JCH asal Lombok Tengah, Minta Fokus Ketahanan Fisik
- Aksi Donor ke-15, KSR PMI STKIP Taman Siswa Bima Targetkan 100 Kantong Darah
- Kasus Gigitan Anjing Liar di Lombok Timur Meluas, Dinkes Pastikan Stok Vaksin Aman
“Terkait kapan pastinya 472 benda bersejarah itu pulang ke tanah air, belum bisa dipastikan kapan. Kami masih membicarakannya dengan Pemerintahan Belanda mengenai jadwalnya dan mekanismenya, agar tetap terjaga,” ujarnya, dikutip dari historia.id, Selasa, 11 Juli 2023.
Pihaknya hanya bisa memastikan, kalau benda-benda tersebut telah tiba di Indonesia, pihaknya akan menggelar sejumlah pameran. Pameran ini bisa menjadi kesempatan napak tilas sejarah yang hilang.



