Viral Setelah Diintimidasi, Husein Jadi “Rebutan” Bupati dan Gubernur Jawa Barat

Mataram (NTB Satu) – Usai viral, guru muda Husein Ali Rafsanjani dipastikan tetap menjadi guru ASN. Hal itu dikatakan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata setelah bertemu Husein.
“Sudah disepakati dia masih pengin jadi PNS dan guru,” kata Jeje dikutip dari Kumparan, Sabtu, 13 Mei 2023.
Namun, Jeje belum mengetahui Husein akan kembali mengajar di Pangandaran atau tidak. Sebab tawaran juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, agar Husein mengajar di Bandung.
“Tinggal disepakati mau di Pangandaran atau di Bandung,” ucap Jeje.
Meski begitu, Jeje berharap Husein dapat kembali mengajar di Pangandaran karena pihaknya sedang membutuhkan guru. Apabila sebaliknya, Jeje akan tetap menghormati keputusan Husein.
“Tapi kalau mau di Bandung ya harus arif karena ini kondisi yang tidak biasanya, tentu kondisi psikologis Kang Husein juga akan berpengaruh kalau masih di Pangandaran dalam kondisi seperti ini,” terang Jeje.
Adapun Ridwan Kamil menawarkan Husein untuk pindah dari Pangandaran, bila kondisi psikologis Husein tidak memungkinkan.
“Bila dia merasa tidak nyaman kondisi psikologisnya, dia bisa pindah ke SMA kewenangan saya,” kata Ridwan.
Ridwan menambahkan bisa di mana saja di Jawa Barat, tergantung SMA mana yang membutuhkannya, apabila Husein pilih opsi pindah mengajar ke Bandung.
Sebelumnya, Husein ramai diperbincangkan usai membongkar kasus pungli oleh oknum Pemerintah Pangandaran, kemudian melapor. Akibat laporannya, Husein mengaku mendapat intimidasi dari instansi tempat ia bekerja.(RZK)
Lihat juga:
- Perbedaan Tampak Rumah Pribadi Sahroni Setelah Diamuk Warga
- Pelajar Terlibat Aksi Bakar Gedung DPRD NTB Bakal Ditindak Tegas
- Gubernur Iqbal Bertemu Tokoh dan Ulama, Ajak Masyarakat NTB Tak Mudah Terprovokasi
- Empat Pendemo Gedung DPRD NTB Dikabarkan Diamankan Polisi
- Gedung DPRD NTB Luluh Lantak, Isyarat Pelampiasan Kekecewaan pada Wakil Rakyat
- Lalu Lintas Jalan Udayana Mataram Kembali Lancar Setelah Massa Demo-Bakar Gedung DPRD NTB