Mesin Perahu Mati, Nelayan Poto Tano Terombang-ambing hingga 4,71 Mil
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Hamdan Wiro Witama, 27 tahun, harus terombang-ambing di laut setelah mesin perahunya mati saat memancing di perairan Poto Tano, Sumbawa Barat.
Nelayan asal Desa Poto Tano itu akhirnya Tim SAR temukan dalam kondisi selamat pada Minggu, 8 November 2026. Tim SAR menemukan Hamdan sekitar 4,71 mil laut dari titik terakhir nelayan lain melihatnya.
Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu, 7 November 2026, sekitar pukul 04.00 Wita. Hamdan berangkat memancing seorang diri menggunakan sampan.
Nelayan lain terakhir melihatnya sekitar pukul 10.00 Wita di sekitar Pulau Paserang, Desa Poto Tano. Namun, Hamdan tak kunjung kembali hingga malam hari.
Keluarga dan warga kemudian kehilangan kontak dengannya. Nelayan setempat bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kantor SAR Mataram menerima laporan dari anggota Polairud Polda NTB. Petugas kemudian mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Sumbawa dan Pos SAR Kayangan.
Kedua tim membawa masing-masing satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Mereka menyisir perairan bersama sejumlah unsur SAR lainnya.
Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, menjelaskan proses penemuan korban.
“Korban ditemukan terombang-ambing di perairan Pulau Kalong, Kabupaten Sumbawa Barat, atau sekitar 4,71 nautical mile arah timur dari lokasi terakhir kali korban terlihat,” kata Kurais, Minggu, 8 November 2026.
Perahu Mati Mesin
Kurais juga menjelaskan, alasan korban terbawa arus adalah karena mesin perahunya mati. Arus laut kemudian membawa korban jauh ke tengah laut.
“Perahu korban diketahui mengalami mati mesin sehingga terbawa arus laut,” jelas Kurais.
Tim SAR gabungan menemukan Hamdan pada pukul 09.48 Wita. Saat Tim SAR temukan, korban masih berada di atas perahunya dalam kondisi selamat.
Petugas kemudian mengevakuasi Hamdan beserta perahunya menuju daratan. Tim juga mengantarkan korban langsung ke kediamannya untuk diserahkan kepada keluarga.
Operasi pencarian tersebut melibatkan Pos SAR Sumbawa, Pos SAR Kayangan, Polairud Polda NTB, Pos AL Selat Alas, Pos AL Labupadi, dan Unit SAR Lombok Timur. Warga serta nelayan setempat turut membantu proses pencarian.
Meski operasi berakhir dengan penemuan korban, kejadian ini kembali menunjukkan risiko nelayan yang melaut seorang diri. Terlebih, gangguan mesin dapat membuat perahu kehilangan kendali dan terbawa arus. (*)




