Lombok TimurPemerintahan

Wabup Lombok Timur Dorong Replikasi Keunggulan 289 Ponpes

Lombok Timur (NTBSatu) – Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya mendorong 289 pondok pesantren (ponpes) di Lombok Timur saling meniru keunggulan masing-masing.

Langkah ini diharapkan memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Menurutnya, setiap ponpes memiliki keunggulan dan kekurangan yang berbeda. Karena itu, FKSPP perlu memfasilitasi pertukaran pengalaman agar seluruh pesantren dapat belajar dan berkembang bersama.

“Masing-masing pondok pesantren pasti ada kelebihannya. Masing-masing pondok pesantren juga ada kekurangannya. Kelebihan satu pondok pesantren bisa direplikasi di pondok pesantren lainnya,” ujar Edwin, Kamis, 22 Oktober 2026.

Selain mendorong pertukaran pengalaman, Edwin meminta FKSPP memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga. Salah satunya melalui program pemberdayaan ekonomi yang melibatkan Bank Indonesia (BI).

Ia mencontohkan sejumlah ponpes yang bekerja sama dengan BI untuk mendukung pengendalian inflasi melalui pengembangan komoditas yang rentan mengalami gejolak harga.

Menurutnya, program tersebut membuka peluang bagi pesantren untuk mengembangkan usaha dan membiayai kebutuhan secara mandiri.

“Akses program yang dapat dibawa terkait pemberdayaan pondok pesantren. BI arahnya kebanyakan ke pemberdayaan, sehingga ponpes dapat dibiayai dari usaha sendiri,” ujarnya.

Di sisi lain, Edwin menekankan pentingnya keamanan lingkungan pesantren. Ia mendorong FKSPP menyusun kode etik atau mengusulkan regulasi untuk mencegah kekerasan fisik dan seksual di lingkungan ponpes.

Perhatian tersebut terutama menyasar pesantren yang menampung santri putra dan putri dalam satu lingkungan. Edwin mengingatkan, bahwa sejumlah

kasus yang menimpa pesantren di Lombok maupun daerah lain menjadi ujian bagi lembaga pendidikan keagamaan.

Karena itu, ia meminta FKSPP mengkaji peraturan perundang-undangan yang membuka peluang pendanaan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Dengan dukungan tersebut, pesantren dapat memperluas program pembinaan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Ponpes dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur harus saling mendukung untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Edwin.

FKSPP Jadi Wadah Strategis

Sementara itu, Ketua FKSPP Lombok Timur TGH. Muhammad Fikri menilai, forum tersebut memiliki peran strategis dalam mengembangkan pesantren.

Ia mengajak seluruh anggota menjaga lingkungan pendidikan yang aman sekaligus membuka ruang bagi pembinaan pemerintah daerah.

Menurut Fikri, keberadaan FKSPP di bawah naungan pemerintah daerah dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi.

Dengan demikian, pesantren lebih mudah membangun sinergi serta mengakses dukungan sesuai kebutuhan.

“Forum ini menjadi wadah yang sangat strategis. Wadah yang menjadi poin penting pengembangan ponpes di Lombok Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan, pesantren di Lombok Timur terbuka terhadap pembinaan dan dukungan pemerintah daerah.

Melalui kerja sama tersebut, ia berharap, setiap ponpes mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan pengelolaan lembaga.

“Kita ingin mengatakan bahwa ponpes yang ada di Lombok Timur terbuka kepada pemda untuk memberikan pembinaan, untuk memberikan support,” ujarnya

Fikri berharap FKSPP mampu mendorong pesantren yang mandiri, aman, dan berkualitas. Ia juga ingin forum tersebut membawa ponpes di Lombok Timur menuju visi Smart dan Mendunia. (*)

Artikel Terkait