Lombok Tengah

Wisatawan Keluhkan Penginapan “Gaib” Saat Ajang MotoGP Mandalika 2026

Mataram (NTBSatu) – Seorang penonton gelaran MotoGP Mandalika 2026 bernama Alip, mengeluhkan munculnya penginapan fiktif yang terdaftar pada aplikasi pemesanan daring Traveloka.

Korban mengaku telah menyelesaikan pembayaran akomodasi, namun lokasi fisik penginapan tidak ditemukan saat disambangi di kawasan Kuta, Lombok Tengah, NTB.

“Ini kita sudah bayar, tapi tidak bisa di-refund. Ada hotel fiktif yang map-nya kita tidak bisa datangin. Lokasinya tidak ada,” ujarnya, mengutip Instagram @prabudjenaka pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Alip mengungkapkan lonjakan harga akomodasi di kawasan Kuta terjadi sangat drastis selama penyelenggaraan ajang balap motor dunia tersebut. Tarif penginapan yang pada hari biasa berkisar Rp500.000 per malam melonjak hingga Rp5.000.000 per malam.

Tanpa Lokasi dan Akses Bantuan

Berdasarkan rincian pemesanan pada aplikasi, korban memesan akomodasi bernama SPOT ON 93724 Songgong Homestay untuk periode menginap Sabtu, 10 Oktober. Kendati transaksi pembayaran telah tuntas, penunjuk arah digital tidak menampilkan keberadaan bangunan fisik homestay tersebut.

Pencarian alamat melalui aplikasi navigasi Google Maps maupun Waze tidak membuahkan hasil. Situasi semakin menyulitkan konsumen lantaran sistem aplikasi menyatakan tidak bisa membatalkan atau mengembalikan dana dari pesanan tersebut.

“Di Waze tidak ada, di Google Maps tidak ada. Dananya tidak bisa kembali, di Google juga tidak ada. Jadi tidak ada customer service, tidak ada apa-apa sama sekali,” katanya.

Lonjakan Harga

Lonjakan pemesanan penginapan di sekitar Sirkuit Mandalika mendorong kenaikan tarif hingga 10 kali lipat. Tingginya permintaan akomodasi memanfaatkan momentum besar ini disinyalir membuka celah praktik penyedia jasa yang tidak bertanggung jawab.

Korban menilai fenomena penginapan tidak berwujud ini sebagai bentuk manipulasi yang merugikan wisatawan di tengah kondisi padatnya kawasan Kuta Mandalika.

“Memang lagi-lagi hacktik ya di Kuta Mandalika lagi event MotoGP. Semua naik, hotel naik,” tuturnya.

Kasus penginapan fiktif ini menjadi peringatan bagi penonton maupun wisatawan ajang internasional untuk lebih waspada dalam memilih serta memverifikasi tempat menginap melalui platform digital. (*)

Artikel Terkait