Capaian Cek Kesehatan Gratis Lombok Timur Tembus 40 Persen
Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Kesehatan Lombok Timur mencatat capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah melampaui 40 persen hingga September 2026. Pemerintah daerah menargetkan capaian tersebut terus meningkat hingga mencapai 46 persen pada akhir tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi mengatakan, pihaknya optimistis target tersebut tercapai dalam tiga bulan terakhir 2026. Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan CKG di seluruh puskesmas.
“Alhamdulillah sampai dengan bulan September kita sudah lebih dari 40 persen. Jadi waktu tiga bulan ini, InsyaAllah target 46 persen itu bisa kita capai,” kata Aries, Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, capaian CKG menunjukkan tren yang cukup baik. Dinas Kesehatan juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama seluruh puskesmas untuk melihat perkembangan program tersebut.
Selain evaluasi secara langsung, Dinas Kesehatan menggelar pertemuan daring bersama puskesmas untuk membahas berbagai program kesehatan, termasuk capaian CKG.
Aries menjelaskan, CKG menyasar seluruh kelompok dalam siklus hidup. Pemeriksaan mencakup ibu hamil, bayi dan balita, anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
CKG Petakan Risiko Kesehatan
Setiap kelompok mendapat paket pemeriksaan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai profil kesehatan dan risiko penyakit pada setiap individu.
“Intinya CKG ini ingin kita melihat apa yang menjadi gambaran risiko atau profil kesehatan daripada individu itu,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan saran sesuai risiko yang ditemukan.
Misalnya, pemeriksaan dapat menemukan kadar gula darah tinggi pada orang dewasa sehingga tenaga kesehatan bisa memberikan edukasi untuk mencegah diabetes.
“Demikian juga kalau hipertensi, kadang-kadang ada risiko dari riwayat keluarganya atau riwayat tensi dia sebelumnya. Jadi kita edukasi supaya dia tidak jatuh dalam kondisi sakit,” jelasnya.
CKG juga mencakup pemeriksaan untuk mendeteksi risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker paru, kanker usus dan kanker payudara.
Aries mengatakan, seluruh puskesmas di Lombok Timur kini melayani CKG. Dinas Kesehatan juga mendorong puskesmas untuk aktif menjangkau masyarakat, tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan.
“Tidak hanya posisi menunggu di puskesmas secara pasif, tetapi juga secara aktif teman-teman puskesmas ini turun untuk melakukan CKG,” katanya.
Puskesmas juga menyasar sekolah sebagai bagian dari target CKG. Untuk peserta didik, pelaksanaan CKG memiliki waktu khusus, salah satunya saat penerimaan siswa baru. (*)




