PeristiwaSumbawa

Empat Kebakaran Lahan Terjadi di Sumbawa dalam Sehari

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Empat kebakaran lahan melanda sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa, Minggu, 13 September 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Sumbawa langsung mengerahkan personel untuk menangani api.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan, Damkartan Sumbawa, Syahruddin Fachri, S.P., mengatakan empat kejadian tersebut muncul di wilayah Moyo Hilir, Unter Iwes, Sumbawa, dan Moyo Hulu.

“Warga sengaja membakar lahan sehingga memicu kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam empat kejadian tersebut,” kata Syahruddin pada Minggu, 13 September 2026.

IKLAN

Lokasi pertama berada di Dusun Sabang, Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Hilir. Api menjalar di lahan belakang rumah warga setelah masyarakat membakar area tersebut.

Petugas menerima laporan sekitar pukul 11.23 Wita. Regu 3 zona Moyo Hilir tiba di lokasi sekitar pukul 11.34 Wita dan langsung menangani api.

Petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 12.45 Wita. Mereka kemudian memastikan kondisi aman sebelum kembali ke pos.

IKLAN

Api Melanda Lahan 15 Hektare

Kebakaran dengan area terluas terjadi di Simpangan Boak, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa. Api melahap lahan dengan luas kurang lebih 15 hektare.

Tanaman gulma yang kering membuat api cepat menjalar. Luas area juga membuat petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk mengendalikan api.

Damkartan mengerahkan tiga unit fire truck untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 16.20 WITA.Dua kebakaran lainnya muncul di Dusun Nijang, Kecamatan Unter Iwes, dan Dusun Pandan Sari, Desa Maman, Kecamatan Moyo Hulu.

Di Dusun Nijang, api menjalar pada lahan yang berada di atas tebing. Kondisi medan membuat petugas menghadapi kesulitan saat menangani kebakaran.

Sementara itu, api di Dusun Pandan Sari menjalar pada gulma dan rumput kering di belakang Puskesmas Moyo Hulu. Petugas berhasil mengendalikan api sebelum menjalar ke area lain.

Damkartan Ingatkan Warga

Syahruddin meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia meminta warga memperhatikan kondisi angin dan cuaca sebelum menyalakan api.

“Jangan membakar lahan saat angin kencang dan matahari terik,” ujarnya.

Ia juga meminta warga mengumpulkan gulma atau rumput kering pada beberapa titik sebelum melakukan pembakaran. Langkah itu dapat membantu warga mengendalikan api.

“Kalau membakar lahan untuk membersihkan area, kumpulkan gulma atau rumput yang sudah kering pada beberapa titik,” katanya.

Syahruddin juga meminta warga tetap berada di lokasi selama proses pembakaran. Warga harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan area.

“Jangan tinggalkan lahan sampai api benar-benar padam,” ujarnya.

Selain itu, Syahruddin mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat harus memastikan puntung rokok sudah mati sebelum membuangnya.

“Jangan buang puntung rokok sembarangan. Pastikan apinya sudah mati,” kata Syahruddin. (*)

Artikel Terkait