TPS Bintaro Gunakan Sistem “Mobile”
Mataram (NTBSatu) – Operator lapangan TPS Bintaro, Suparman menjelaskan, pemberlakuan TPS mobile untuk mempercepat alur pembuangan menuju TPA Regional Kebon Kongok. Sistem ini diterapkan untuk memastikan tidak ada lagi sampah yang mengendap atau menjadi penampungan permanen di titik-titik padat aktivitas masyarakat.
Menurut Suparman, sistem TPS mobile ini merupakan solusi efektif setelah sebelumnya Mataram sempat mengalami fase darurat sampah. Pada fase tersebut, TPA Kebon Kongok memberlakukan pembatasan kuota yang cukup ketat.
“Dulu kita cuma dikasih kuota tujuh puluh ritase per hari, padahal sampah Kota Mataram itu sampai beratus-ratus ritase sehari. Ditambah lagi kondisi emergency (darurat, red)banjir, jadi sempat tertahan di sini,” ujar Suparman ditemui NTBSatu di TPS BIntaro, Selasa, 5 Mei 2026.
TPS Mobile
Saat ini, seiring dengan normalnya akses ke TPA, alur mobilisasi sampah kembali lancar. Untuk wilayah Kecamatan Ampenan, armada dikerahkan secara maksimal. Tercatat ada sekitar enam armada yang beroperasi secara intensif hingga sore hari untuk mengangkut sampah dari lingkungan.
“Sekarang setelah ndak ada pembatasan, aman. Pembuangan tidak ada kendala di sini. Buktinya ini kan belum penuh, kalau penuh diangkut. Kalau pagi tiga kendaraan. Kalau sore ada enam kendaraan sorenya,” ucap Suparman.
Suparman menjelaskan, saat ini tidak ada lagi penumpukan sampah dalam jangka waktu lama di TPS Bintaro. Sampah yang datang hanya dikumpulkan untuk memenuhi kapasitas bak truk sebelum langsung diangkut.
“Ini sekarang bukan penampungan sementara, tapi mobilisasi sekarang. Jadi begitu penuh, dibawa langsung ke TPA Kebon Kongok,” ujarnya.
Industrialisasi Sampah
Selain mengandalkan pembuangan ke TPA, pemerintah tengah menyiapkan infrastruktur pengolahan sampah modern agar sampah tidak hanya sekadar dipindah, tetapi juga dimanfaatkan. Berdasarkan rencana pengembangan, terdapat dua fokus utama yang akan segera dioptimalkan.
“Saya dengar memang di belakang pasar ikan dia rencana akan dibangun, nanti sampahnya langsung ke sana, dan diolah jadi berbagai macam produk lah, misal batako plastik itu,” ucap Suparman. (Ashri)




