Kabupaten BimaPeristiwa

Warga Blokade Jalan Lintas Sila-Bajo Bima Tolak Pergantian Kepala SDN Inpres Nggeru

Bima (NTBSatu) – Aksi penutupan akses jalan lintas Sila-Bajo di depan SDN Inpres Nggeru, Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) melumpuhkan arus lalu lintas.

Puluhan warga setempat membentang kayu dan menumpuk bebatuan di tengah badan jalan untuk menolak pergantian Kepala SDN Inpres Nggeru.

Aksi yang berlangsung sejak Rabu pagi ini memaksa para pengguna jalan memutar arah melewati jalur alternatif yang lebih jauh. Sebagian pengendara lainnya memilih bertahan di lokasi hingga blokade dibuka oleh warga.

IKLAN

Salah seorang warga Desa Rada, Aydzan menceritakan pengalamannya saat terjebak kemacetan akibat penutupan jalan tersebut. “Sejak tadi pagi warga tutup jalan di depan SDN Inpres Nggeru. Jadi saya putar balik aja, takutnya lama sampai tujuan,” ujar Aydzan, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia menambahkan, warga setempat bereaksi keras karena mendengar kabar rencana mutasi pimpinan sekolah tersebut. “Tadi saya tanya beberapa warga yang menutup jalan itu karena menolak pergantian Kepsek,” lanjutnya.

Tidak Terima Pergantian Kepala Sekolah

Penolakan warga ini merupakan imbas dari rotasi jabatan Kepala SDN Inpres Nggeru. Warga menilai, Kepsek lama, Jumrah, berhasil membawa perubahan positif dan menorehkan sejumlah prestasi selama memimpin SDN Inpres Nggeru. Hal tersebut membuat warga secara tegas menolak kehadiran Kepsek baru yang akan menggantikan posisi tersebut.

IKLAN

“Kepala SDN Inpres Nggeru saat ini Pak Jumrah yang menjabat, isunya akan ada pergantian, oleh Kepsek baru bernama Aswad. Warga tidak terima sehingga menyampaikan protes dengan cara menutup jalan. Masyarakat menganggap, Kepsek lama ini sudah berjasa dan banyak mengukir prestasi. Warga tidak ingin SDN Inpres Nggeru ada Kepsek baru,” tegas Aydzan.

Aparat kepolisian dari Polsek Bolo langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan mediasi. Pihak kepolisian terus berupaya mengajak warga berdialog agar fasilitas publik dapat kembali digunakan.

Kapolsek Bolo, Iptu M. Sofyan Hidayat, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa anggotanya masih terus bersiaga di lapangan. “Aksi penutupan jalan masih berlangsung. Sejak pagi tadi kami melakukan pendekatan persuasif dan bernegosiasi dengan warga untuk segera membuka akses penutupan jalan,” kata Iptu M. Sofyan Hidayat. (*)

Artikel Terkait