NasionalPeristiwa

BNPB Catat 29 Bencana Alam Landa Indonesia hingga Agustus 2026

Mataram (NTBSatu) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 29 titik kejadian bencana alam yang berdampak signifikan melanda berbagai wilayah di Indonesia hingga 19 Agustus 2026.

Rangkaian bencana geologi dan hidrometeorologi ini mengakibatkan 309 jiwa meninggal dunia serta memicu 3.703.811 jiwa mengungsi sepanjang periode 1 Januari hingga 19 Agustus 2026.

​Selain menelan ratusan korban jiwa, krisis bencana alam turut menyebabkan 13 orang hilang dan 542 orang mengalami luka-luka.

IKLAN

Pemutakhiran data harian BNPB per pukul 07.00 WIB merinci 29 lokasi bencana aktif tersebut terdiri atas 12 lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), 11 lokasi gempa bumi, 5 lokasi kekeringan, serta 1 lokasi cuaca ekstrem atau angin kencang.

​”Berikut infografis kejadian bencana yang berdampak signifikan update Rabu, 19 Agustus 2026,” ujar BNPB, mengutip akun Instagram @bnpb_indonesia pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Dampak Gempa M 7,7 Nagekeo Meluas di Nusa Tenggara

​Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo pada 15 Agustus 2026 mendominasi sebaran krisis di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

IKLAN

Di Kabupaten Nagekeo, gempa mengakibatkan delapan warga meninggal, melukai 22 orang, dan memaksa 6.221 jiwa mengungsi, serta merusak 2.862 unit rumah.

​Dampak guncangan juga merusak infrastruktur secara masif di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Kabupaten Manggarai mencatat 27 korban meninggal dunia, 119 orang luka-luka, dan 6.487 jiwa mengungsi.

Sementara di Manggarai Timur, gempa mengakibatkan 25 orang meninggal dunia, 955 orang luka-luka. Selanjutnya, 15.465 jiwa mengungsi dengan kerusakan 9.953 unit rumah.

​Guncangan gempa turut meluas hingga ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan. Kota Bima dan Kabupaten Bima di NTB melaporkan korban luka serta kerusakan belasan unit rumah.

Sedangkan Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan mencatat 105 warga mengungsi. Petugas di seluruh titik terdampak gempa saat ini masih melakukan upaya penanganan darurat.

​Kebakaran Lahan dan Seruan Kesiapsiagaan Daerah

​Di sektor bencana hidrometeorologi, karhutla terus membakar area perkebunan dan hutan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Provinsi Riau mencatat akumulasi luasan kebakaran terbesar yakni 16.231,54 hektar sejak awal tahun

Selanjutnya, menyusul kebakaran hutan di Kalimantan Selatan seluas 5.507,61 hektar dan Kalimantan Tengah seluas 3.896,43 hektar. Petugas gabungan hingga kini masih berjuang memadamkan titik api yang membara di wilayah-wilayah tersebut.

​Secara keseluruhan, rangkaian bencana alam di tanah air telah merusak 3.986 unit rumah rusak berat, 3.884 unit rumah rusak sedang, 17.013 unit rumah rusak ringan, serta 1.034 unit fasilitas umum dan sosial.

BNPB meminta seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi krisis susulan.

​”Mari tingkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan untuk Indonesia yang tangguh bencana!” imbau BNPB. (*)

Artikel Terkait