Sumbawa

Suhu di Sumbawa Capai 33 Derajat Celsius, Ancaman ISPA dan Dehidrasi Mulai Mengintai

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Memasuki fase peralihan ke musim kemarau, suhu udara di Kabupaten Sumbawa mulai meningkat hingga 33 derajat Celsius. Kondisi ini memicu kekhawatiran munculnya penyakit musiman, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan dehidrasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mengingatkan masyarakat, agar tidak menganggap sepele perubahan cuaca yang terjadi saat ini. Pergeseran musim dari hujan ke kemarau dinilai selalu diikuti perubahan tren penyakit di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, Sarip Hidayat menjelaskan, pola penyakit yang muncul akan berbeda daripada saat musim hujan.

“Kalau musim hujan identik dengan demam berdarah dan malaria. Maka, di musim kemarau ini kasus yang dominan biasanya ISPA dan dehidrasi,” jelas Sarip kepada NTBSatu, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurutnya, suhu panas yang meningkat berpotensi menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Terutama, bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Dehidrasi sering tidak disadari. Karena itu, penting untuk rutin minum air, bukan hanya saat merasa haus,” katanya.

Selain itu, kondisi lingkungan yang cenderung kering saat kemarau juga meningkatkan paparan debu yang dapat memicu gangguan pernapasan. “Debu menjadi salah satu faktor utama pemicu ISPA. Penggunaan masker saat berada di lingkungan berdebu sangat dianjurkan,” ujarnya.

Ingatkan Masyarakat Jaga Kondisi Tubuh

Sarip juga mengingatkan, pentingnya menjaga kondisi tubuh agar tetap fit di tengah cuaca yang berubah. “Pola hidup sehat harus dijaga, mulai dari konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, hingga olahraga ringan secara rutin,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian lebih karena lebih mudah terdampak perubahan cuaca. “Kelompok rentan harus dijaga betul, karena daya tahan tubuh mereka cenderung lebih lemah,” tambahnya.

Meski suhu udara meningkat, Dinas Kesehatan menilai, kondisi tersebut masih dalam batas normal. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Cuaca ini masih wajar, tetapi kesiapsiagaan masyarakat tetap penting agar tidak terjadi lonjakan kasus penyakit,” tutupnya.

Melalui imbauan ini, pemerintah berharap masyarakat lebih proaktif menjaga kesehatan, sehingga peralihan musim tidak berujung pada peningkatan kasus penyakit di Sumbawa. (Marwah)

Artikel Terkait

Back to top button