Sumbawa

Pantai Samota Sumbawa Tercemar Sampah, Wisatawan Kecewa

Sumbawa Besar (NTBSatu) –  Pantai yang dikenal sebagai salah satu spot terbaik menikmati matahari terbenam di Kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa, kini tercemar sampah. Kondisi tersebut memicu keluhan pengunjung yang merasa kenyamanan wisata mulai terganggu.

Berdasarkan pantauan NTBSatu di lapangan, sampah tampak berserakan di sepanjang bibir Pantai Samota, merusak pemandangan yang selama ini menjadi daya tarik utama lokasi tersebut. Salah satu pengunjung, Intan yang merupakan warga asal Sumbawa, mengaku kecewa dengan kondisi pantai yang ia nilai jauh berbeda daripada sebelumnya.

“Sangat disayangkan, padahal ini spot sunset yang sangat indah,” ujar Intan kepada NTBSatu, Rabu, 29 April 2026.

Ia menyebut, sejak lokasi tersebut viral dan ramai wisatawan kunjungi, kondisi kebersihan mulai menurun drastis. “Dulu pantainya tidak sekotor ini, pasirnya putih dan ombaknya indah,” katanya.

Menurutnya, kini sampah terlihat hampir di seluruh area pantai, dari ujung hingga ujung. “Sekarang malah banyak sampah berserakan di sepanjang pantai,” ungkapnya.

Ia juga menilai belum jelas sumber utama sampah tersebut, apakah berasal dari pengunjung atau terbawa arus laut dari sungai. “Kita juga tidak tahu ini sampah dari pengunjung atau kiriman dari laut,” jelasnya.

Ia pun berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan ini agar tidak semakin parah. “Mohon perhatian pemerintah untuk lebih memperhatikan tempat wisata ini,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut mengurangi kenyamanan wisatawan yang datang untuk menikmati suasana pantai, terutama saat momen matahari terbenam. “Sudah jauh-jauh datang mau menikmati sunset (matahari terbenam, red), tetapi malah terganggu karena sampah,” keluhnya.

Ia menambahkan, aspek kebersihan menjadi hal penting dalam menjaga daya tarik wisata, terutama di era media sosial. “Jadi kurang nyaman dan kurang estetik kalau pantainya kotor seperti ini,” tambahnya.

Fenomena ini menjadi peringatan bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Meningkatnya popularitas destinasi wisata harus diimbangi dengan pengelolaan kebersihan yang serius, agar tidak berujung pada kerusakan lingkungan. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button