Sumbawa Barat

Tak Lagi Remang-remang, Taman KTC Taliwang Kini Lebih Nyaman dan Terang Benderang

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Kondisi Taman Kemutar Telu Center (KTC) yang remang-remang, akhirnya mendapat respons serius setelah sempat menjadi atensi khusus Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah. Pemerintah daerah bergerak cepat meningkatkan kualitas penerangan, guna mencegah munculnya penyakit masyarakat di Bumi Pariri Lema Bariri.

Penerangan yang sebelumnya dikeluhkan minim kini dibuat lebih benderang. Pemerintah daerah mengambil langkah ini karena lokasi tersebut sering menjadi tempat nongkrong anak muda hingga larut malam dalam kondisi gelap, yang dianggap tidak elok dipandang mata.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KSB, Firman Wiyono memastikan, penanganan teknis di lapangan sudah tuntas. Pengerjaan penggantian bohlam lampu di sejumlah titik krusial taman kini telah selesai.

“Sudah kami ganti kemarin sore, sudah aman,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 29 April 2026.

Firman mengakui, adanya ketidaksesuaian spesifikasi lampu saat pemasangan sebelumnya. Lampu yang awalnya sangat redup, kini berganti dengan daya yang lebih tinggi agar seluruh area taman terpantau jelas.

“Awalnya hanya pakai lima watt, itu alasan kenapa terlihat redup dan tidak enak dipandang mata. Sekarang sudah kita ganti pakai 13 watt, agar cahaya lebih kencang,” jelasnya.

Firman menjelaskan, instruksi penggantian lampu ini sudah pihaknya tekankan kepada pihak kontraktor sejak awal. Pihak dinas meminta, pelaksana proyek mengecek kembali instalasi di bawah arahan kepala bidang terkait agar fasilitas publik tersebut berfungsi maksimal.

Proyek penataan area ini sebenarnya sudah mencapai progres seratus persen secara fisik. Namun, lantaran pengerjaannya sempat melewati tahun anggaran, pihak rekanan tetap mendapat sanksi denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Sayangkan Aksi Vandalisme

Saat ini, status area Taman KTC tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan. Hal ini memastikan setiap kerusakan atau kekurangan fasilitas, termasuk masalah lampu, tetap menjadi tanggung jawab penuh pihak ketiga.

“Masa pemeliharaan masih panjang dan berjalan. Jadi kalau ada yang rusak atau kurang, kontraktor wajib melakukan perbaikan kembali,” tambah Firman Wiyono.

Di sisi lain, pemerintah juga menyayangkan mulai munculnya tangan-tangan jahil yang melakukan aksi vandalisme di area alun-alun. Beberapa bagian plafon yang memiliki nilai material cukup mahal, terdapat coretan-coretan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Melalui peningkatan daya lampu menjadi lebih terang, Pemkab Sumbawa Barat berharap ruang publik ini kembali bersih dari aktivitas negatif. Harapannya, penerangan yang maksimal menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan warga di kawasan KTC. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button