Daerah NTB

Seminar “Hidup dengan Lupus” Perkuat Jejaring Pendampingan Odapus di Mataram

Mataram (NTBSatu) – Laboratorium Klinik Prodia Mataram bersama komunitas Bale Kupu, menggelar seminar edukasi bagi penyandang lupus (Odapus), di Mataram, pada Minggu, 26 April 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat manajemen kesehatan mandiri, serta dukungan emosional antar pasien. Acara ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan gejala dan stabilitas mental, untuk menghadapi penyakit autoimun tersebut.

Ketua Bale Kupu, Yung Aulia Warastiti, berharap kegiatan tersebut bisa terus berlanjut. Pasalnya, Odapus sangat membutuhkan dukungan melalui kegiatan semacam ini.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena memberikan dampak positif. Baik dari sisi edukasi maupun dukungan emosional bagi teman-teman odapus,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.

Seminar yang bertema “Hidup dengan Lupus: Mengelola Flare, Stres, dan Energi Sehari-hari” ini, mendatangkan narasumber utama. Yakni, dr. I Gusti Ngurah Ommy Agustriadi, Sp.PD., FINASIM.

Terdapat 30 peserta yang merupakan Odapus, dan pendamping dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat. Termasuk Kota Bima dan Pringgabaya, turut bergabung untuk mempelajari strategi menghadapi fase flare, atau kekambuhan gejala secara tiba-tiba.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Ommy, kunci utama dalam menghadapi lupus, adalah kedisiplinan dalam pengobatan, dan pengelolaan stres yang baik.

Hal ini sangat penting, mengingat karakteristik lupus yang bisa menyerang berbagai organ tubuh, hingga membutuhkan energi ekstra dalam beraktivitas sehari-hari.

Dukungan Komunitas

Dalam kesempatan tersebut, Yung Aulia, memberikan apresiasi atas kolaborasi, dengan sektor swasta, dalam menyediakan akses informasi medis, bagi orang awam.

Baginya, adanya pertemuan rutin semacam ini, bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi sebagai wadah untuk saling mendukung dan menguatkan, di tengah terbatasnya pengetahuan tentang kompleksitas penyakit lupus.

Selain itu, stigma di masyarakat merupakan tantangan besar, bagi para pasien dalam bersosialisasi.

“Teruslah semangat menuju remisi, jangan pantang menyerah, karena selalu ada harapan bagi yang percaya,” kata dr. Ommy, Minggu, 26 April 2026.

Kegiatan yang dirangkai dengan acara halalbihalal ini, juga menekankan pentingnya deteksi awal, dan pemantauan laboratorium secara berkala.

Hal ini sesuai dengan kampanye Care for Lupus, Your Caring Saves Lives, yang diusung guna meningkatkan kepedulian publik di wilayah NTB.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, para penyandang lupus, diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup mereka.

Fokus saat ini adalah pencapaian fase remisi, yaitu gejala penyakit bisa terkontrol dengan optimal, sehingga pasien bisa tetap produktif meski dalam kondisi autoimun. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button