Muhamad Ihwan Tegaskan Kebudayaan Bukan Sekadar Pelengkap
Mataram (NTBSatu) – Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, S.Sos., M.Si., menegaskan, posisi kebudayaan sangat penting dalam sektor kehidupan. Baik pendidikan, ekonomi atau kehidupan sosial secara universal.
Menurut Ihwan, kebudayaan tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai inti dalam membentuk karakter generasi muda. “Nilai-nilai seperti etika, sopan santun, gotong royong, dan harmoni dengan alam harus kembali hadir dalam keseharian sekolah,” ujar kepada NTBSatu Kamis, 23 April 2026.
Ia berharap, nilai-nilai kebudayaan menjadi sendi utama dalam penerapan pendidikan di NTB. Sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB yang mengusung visi NTB Makmur Mendunia.
Meski demikian, Ihwan tidak akan terburu-buru melakukan perubahan besar dalam kurikulum. Sebagai dinas yang terbentuk pada 2026, langkah ini sifatnya masih bertahap.
Fokus awal diarahkan pada menghadirkan budaya secara nyata di lingkungan sekolah, melalui kegiatan seni, tradisi, serta pembiasaan nilai-nilai lokal. “Budaya bukan hanya untuk dipelajari, tetapi harus dihidupkan dan diamalkan,” jelasnya.
Pihaknya juga akan membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini untuk memastikan integrasi budaya berjalan efektif
Tantangan Menyatukan Persepsi
Dalam upaya menghubungkan sektor kebudayaan dan pendidikan, Ihwan mengakui terdapat tantangan besar, terutama dalam menyatukan persepsi lintas sektor. Selama ini, kebudayaan kerap dipandang sebagai elemen tambahan.
Padahal, menurutnya, arah pemerintah daerah justru menempatkan budaya sebagai penggerak utama, khususnya dalam mendorong pariwisata berkualitas. Selain itu, sebagai lembaga baru, Dinas Kebudayaan NTB juga tengah membangun fondasi dari sisi program, sumber daya manusia, hingga jejaring kerja.
Anak Muda Jadi Kunci
Ihwan menekankan generasi muda sebagai kunci keberhasilan pelestarian budaya ke depan. Namun, pendekatannya tidak hanya sebatas menjaga tradisi.
Pihaknya ingin memastikan budaya juga memberikan nilai ekonomi, terutama melalui keterkaitannya dengan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Beberapa langkah awal yang disiapkan antara lain mendorong keterlibatan anak muda dalam kegiatan budaya di desa dan komunitas, serta membuka ruang bagi budaya lokal menjadi bagian dari pengalaman wisata.
“Arah besarnya adalah menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi, tetapi tetap menjaga keaslian dan nilai-nilainya,” tegasnya. Bertahap Menuju NTB Mendunia, Ihwan menekankan, seluruh langkah yang pihaknya ambil masih berada pada tahap awal dan pelaksanaannya akan secara realistis.
Ia memastikan setiap kebijakan tetap selaras dengan visi pemerintah daerah, yakni menghidupkan kembali budaya dalam keseharian masyarakat sebagai fondasi pembangunan manusia. “Dari situlah, secara bertahap, kita menuju NTB yang benar-benar Makmur Mendunia,” tutupnya. (Caca)



