Bocah 4 Tahun di Praya Hilang Diduga Terseret Arus Selokan saat Hujan
Lombok Tengah (NTBSatu) – Bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Lalu Gio, dilaporkan hilang karena diduga terseret arus selokan di kawasan BTN Rinjani Permai, Kelurahan Rancak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis sore, 23 April 2026.
Peristiwa ini berlangsung ketika korban bersama teman-temannya tengah bermain di tengah guyuran hujan lebat. Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang dalam keterangan tertulis kepada NTBSatu mengatakan, dugaan kuat jika korban hilang karena terseret arus.
“Telah terjadi dan dicurigai satu KMM (Kejadian Membahayakan Manusia), korban diduga terseret arus air selokan,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, Gio bersama rekan-rekannya sedang bermain bola di lapangan yang berada tidak jauh dari kediamannya. Saat itu, kondisi cuaca di wilayah Praya memang sedang hujan deras sehingga anak-anak tersebut bermain sambil mandi hujan.
Namun menjelang waktu Magrib, salah satu saksi yang merupakan rekan bermain korban melihat Gio berjalan sendiri menuju arah selokan yang ada di sekitar lapangan. Karena kondisi intensitas hujan yang tinggi sejak sore harinya, arus air di selokan tersebut dikabarkan sedang deras-derasnya.
Pencarian Lewat Rekaman Kamera
Saat azan Magrib berkumandang, teman-teman Gio mulai curiga karena menyadari korban belum juga kembali ke Lapangan.
Menyadari hal tersebut, teman-teman korban langsung menyudahi permainan dan langsung mencari keberadaan Gio di area sekitar lapangan dan selokan. Karena tidak kunjung mendapatkan hasil, rekan-rekan korban langsung melaporkan kabar hilangnya Gio pada orang tuanya.
Pihak keluarga melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian, namun tidak membuahkan hasil. Untuk memastikan arah terakhir korban, keluarga meminta memeriksa rekaman CCTV milik tetangga di area tersebut.
“Berdasarkan pantauan CCTV, korban terlihat menuju ke arah selokan. Namun karena keterbatasan sudut pandang kamera, detik-detik korban terjatuh tidak terekam sepenuhnya,” lanjutnya.
Menyadari situasi tersebut, orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu pada personel TRC BPBD Lombok Tengah. Koordinasi langsung dengan mengirim Unit Siaga SAR (USS) Mandalika.
Setelah mendapat laporan, USS Mandalika langsung memulai prosedur pencarian dan penyelamatan, di sepanjang jalur air.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan. Mereka masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran selokan yang mengarah ke saluran drainase utama.
Selain tim SAR gabungan, warga sekitar juga turut terlibat guna membantu memantau titik-titik penyempitan arus yang dicurigai sebagai lokasi tersangkutnya korban. Saat ini, kondisi drainase yang meluap akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, menjadi tantangan utama dalam proses pencarian korban.
Dalam kesempatan tersebut, tim SAR mengimbau agar masyarakat, terutama orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan pada aktivitas anak di dekat saluran air. (Inda)



