Pemerintahan

Muhamad Ihwan Resmi Pimpin Dinas Kebudayaan NTB, Usung Transformasi Berbasis Data

Mataram (NTBSatu) – Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, yang dilantik pada Kamis, 9 April 2026, menegaskan komitmennya untuk mentransformasi sektor kebudayaan secara sistematis dan berkelanjutan.

Baru beberapa hari menjabat, mantan Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) itu langsung memetakan sejumlah persoalan mendasar.

Ia menyoroti lemahnya sistem pengelolaan kebudayaan di tengah besarnya potensi budaya NTB.

“Budaya kita kuat, tetapi sistemnya masih lemah. Banyak event, tetapi dampaknya kecil dan belum terintegrasi,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 12 April 2026.

Ia menilai kondisi tersebut membuat kebudayaan belum memberi kontribusi optimal, baik terhadap ekonomi maupun penguatan identitas daerah.

“Di sisi lain, generasi muda kita mulai menjauh dari akar budaya,” katanya.

Ihwan menyiapkan, program 100 hari kerja dengan target konkret, antara lain mendata 10.000 objek budaya, meluncurkan portal budaya NTB, membentuk forum aktif, memperkuat 50 komunitas, serta menggelar satu festival budaya.

Selain itu, ia memprioritaskan program satu data kebudayaan, pengembangan desa budaya, serta penguatan branding “Bumi Gora”.

“Fondasi utama kita adalah data. Tanpa data, kebijakan tidak akan tepat sasaran,” katanya.

Bangun Ekosistem dan Kolaborasi

Dalam menjalankan programnya, Ihwan mengusung pembangunan ekosistem kebudayaan yang mencakup lima aspek utama yakni; data, pelestarian, pemanfaatan, ekonomi, dan generasi.

Ia juga mendorong kolaborasi melalui model pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

“Semua pihak harus terlibat. Kebudayaan tidak bisa dibangun sendiri,” tegasnya.

Dorong Dampak Ekonomi dan Sosial

Menurut Ihwan, pengelolaan kebudayaan yang baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan identitas daerah.

Ia juga meyakini pendekatan budaya mampu mengurangi potensi konflik sosial di masyarakat.

“Kalau budaya kuat, identitas kuat, konflik bisa ditekan,” ujarnya.

Ke depan, Ihwan menargetkan NTB menjadi pusat kebudayaan dunia berbasis “Bumi Gora” melalui roadmap bertahap: tahun pertama sebagai fondasi, tahun kedua hingga ketiga penguatan, dan tahun keempat hingga kelima menuju level global.

“Kebudayaan bukan hanya warisan, tetapi kekuatan masa depan NTB,” tegasnya.

Profil Pengalaman dan Rekam Jejak

Lahir di Bima, 17 Agustus 1971, Ihwan memulai karier sebagai PNS pada 1998 dan telah menduduki berbagai posisi strategis di ANRI, mulai dari bidang publikasi, evaluasi diklat, hingga akreditasi kearsipan daerah.

Sejak 2020, ia menjabat sebagai Kepala BAST ANRI Aceh dan berhasil membawa unit tersebut meraih sejumlah penghargaan, antara lain predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), KPPN Awards 2022, serta peringkat dua unit pengolah terbaik se-ANRI pada 2023.

Ia juga aktif dalam kegiatan internasional, seperti konferensi UNESCO di Paris pada 2024, serta menulis sejumlah karya terkait kearsipan dan kebudayaan.

Ihwan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi misi Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, sekaligus membangkitkan kembali kebudayaan NTB.

“Kita mendukung penuh upaya membawa kebudayaan NTB sesuai visi misi Pak Gubernur, yakni Makmur Mendunia,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button