Prabowo Ungkap Pasokan Migas Indonesia Tak Terlalu Banyak Lewat Selat Hormuz
Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kelegaan, karena pasokan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia tidak banyak bergantung pada jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan setelah pemerintah mengkaji dampak krisis global terhadap ketahanan energi nasional. Berdasarkan hasil kajian, sebagian besar distribusi migas Indonesia tidak melalui Selat Hormuz, sehingga risiko gangguan pasokan dinilai relatif terkendali.
“Setelah kita pelajari kondisi, sumber migas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Bisa cari alternatif lain selain kita punya kekuatan dalam negeri yang kuat,” ujar Prabowo dalam rapat Kabinet Merah Putih, mengutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir pemerintah telah menggelar serangkaian rapat guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi akibat dinamika global. Pemerintah, katanya, juga menilai posisi ekonomi nasional masih cukup kuat untuk menghadapi situasi tersebut.
“Kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat. Nanti saya minta beberapa menteri memaparkan singkat untuk kita mengerti posisi kita,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai strategi jangka pendek. Kebijakan ini difokuskan untuk menghadapi periode yang dinilai krusial dalam 12 bulan ke depan.
“Sebagian langkah sudah kita umumkan untuk kita kendalikan konsumsi BBM untuk jangka pendek yang saya anggap kritis 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan kita akan jadi sangat kuat,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, secara umum Indonesia berada dalam posisi yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan energi global dalam satu tahun mendatang. (*)



