INTERNASIONAL

Israel Tuding Hizbullah Penyebab Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Jakarta (NTBSatu) – Wakil Tetap Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon menuduh kelompok Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Pernyataan tersebut Danon sampaikan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Selasa, 31 Maret 2026.

IKLAN

Dalam forum itu, ia mengakui, risiko tinggi yang pasukan penjaga perdamaian hadapi dalam menjalankan mandat mereka.

“Mengenai serangan yang terjadi kemarin, 30 Maret, kami dapat mengonfirmasi hari ini, pasukan UNIFIL terkena alat peledak Hizbullah dalam insiden di dekat Bani Hayan,” ujar Danon mengutip MetroTV yang melansir dari UN Web TV, Rabu, 1 April 2026.

Ia juga menuding, insiden penembakan terhadap posisi UNIFIL di dekat Adshit al-Qasr pada 29 Maret, yang menewaskan pasukan penjaga perdamaian dilakukan oleh Hizbullah. Danon menegaskan, pasukan Israel tidak terlibat dalam serangan di sekitar lokasi tersebut.

“Situasinya kompleks, berubah dengan cepat dan berbahaya. Tetapi satu hal yang jelas, ini tidak terjadi begitu saja. Israel tidak memilih konflik ini,” katanya.

Lebih lanjut, Danon menuduh, Hizbullah melakukan serangan terkoordinasi terhadap warga sipil Israel dengan dukungan Iran. Ia mengklaim lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone telah diluncurkan ke wilayah Israel, banyak di antaranya berasal dari kawasan Selatan Sungai Litani.

Menurut Danon, kondisi tersebut memaksa warga Israel kembali mengungsi dan berlindung di tempat penampungan. Ia menyebut, tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan 1559.

Danon juga menuding, Hizbullah beroperasi dari wilayah sipil di Lebanon Selatan dan secara sengaja menempatkan diri di dekat posisi UNIFIL. “Ini bukan kebetulan, ini strategi yang disengaja. Mereka menempatkan peluncur rudal dan menempatkan UNIFIL di garis tembak,” ujarnya.

Tanggapan Indonesia

Sementara itu, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Umar Hadi menyampaikan, pandangan berbeda dalam forum yang sama. Ia menilai, eskalasi konflik di Lebanon Selatan berakar dari tindakan militer Israel.

“Siapa yang bertanggung jawab atas terciptanya dan berlanjutnya zona permusuhan aktif tersebut? Eskalasi saat ini tidak muncul begitu saja. Hal ini berakar dari serangan berulang kali oleh militer Israel ke wilayah Lebanon,” kata Umar.

Ia menegaskan, Indonesia mengutuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

Lebih lanjut, Umar menyatakan, Indonesia tetap berdiri dalam solidaritas bersama pemerintah dan rakyat Lebanon. Ia juga menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa pekan terakhir, seiring memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button