Lombok Barat

Tak Harus Bersepeda, Bupati LAZ Pilih Cara “Sunyi” Hemat Energi di Lombok Barat

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, memilih pendekatan berbeda dalam melakukan penghematan energi. Hal ini akibat situasi geopolitik internasional, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada sektor energi global.

Alih-alih meniru tren bersepeda ke kantor seperti di sejumlah daerah, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini atau LAZ, justru mendorong langkah-langkah efisiensi yang lebih kontekstual dan realistis. Hal ini ia sampaikan dalam rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin, 30 Maret 2026, kemarin.

IKLAN

Menurut LAZ, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda, sehingga tidak semua kebijakan bisa diterapkan secara seragam. “Kita tidak harus meniru cara daerah lain. Yang penting itu tujuannya, yaitu penghematan energi. Cara bisa berbeda sesuai kondisi daerah,” ujarnya.

Ia menilai, kebijakan seperti bersepeda ke kantor memang relevan di wilayah tertentu, terutama dengan jarak tempuh yang pendek. Namun, untuk Lombok Barat yang memiliki kondisi geografis dan pola mobilitas berbeda, perlu pendekatan lain yang lebih efektif.

Gunakan Transportasi Bersama dan Hemat Listrik

Sebagai alternatif, Pemkab Lombok Barat mulai menerapkan sejumlah langkah konkret. Salah satunya adalah mendorong penggunaan transportasi bersama bagi ASN dalam satu instansi, guna mengurangi konsumsi bahan bakar.

Selain itu, efisiensi juga dari sisi penggunaan listrik di perkantoran. LAZ menginstruksikan agar mengontrol penggunaan energi secara ketat, terutama pada siang hari.

“Lampu-lampu siang hari itu harus dimatikan. Kita sedang rancang sistemnya supaya lebih efisien,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Lombok Barat juga mulai mengarahkan Penerangan Jalan Umum (PJU) menggunakan sistem pintar (smart system). Dengan teknologi ini, lampu jalan dapat diatur untuk mati pada jam-jam tertentu saat lalu lintas sepi dan kembali menyala saat dibutuhkan.

Langkah lain adalah penghematan energi di dalam kantor. Pendingin ruangan (AC) wajib mati setelah jam kerja, sementara penerangan hanya pada area yang benar-benar perlu.

“Pulang kantor, AC harus dimatikan. Jangan boros energi. Ini hal sederhana tapi dampaknya besar,” tegasnya.

Meski tidak menjadikan sepeda sebagai kebijakan utama, LAZ tetap mendorong ASN yang memiliki jarak rumah dekat, sekitar lima kilometer, untuk sesekali menggunakan sepeda sebagai alternatif.

Pendekatan ini menunjukkan Pemkab Lombok Barat lebih memilih strategi hemat energi yang adaptif dan berbasis kebutuhan lokal. Bukan sekadar mengikuti tren, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar efektif dan bisa berjalan secara konsisten di lapangan.

Dengan langkah ini, Lombok Barat mencoba menghadirkan model penghematan energi yang sederhana, namun berdampak nyata dalam jangka panjang. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button