PDAM Giri Menang Naikkan Tarif, Jaga Kualitas Distribusi Air Penduduk Kota Mataram
Mataram (NTBSatu) – PDAM Giri Menang resmi memberlakukan penyesuaian tarif air bersih sebagai upaya menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya kebutuhan penduduk Kota Mataram.
Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 1 Maret 2026 dan akan mulai berdampak pada tagihan pelanggan per 1 April 2026.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah penduduk dan pelanggan, yang tidak diimbangi dengan penambahan sumber air baku dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Utama PDAM Giri Menang, Sudirman, menyampaikan, saat ini jumlah pelanggan telah mencapai sekitar 155.000 sambungan di wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat, dengan sekitar 5.000 di antaranya merupakan pelanggan pasif.
“Pertumbuhan penduduk di Kota Mataram cukup pesat, sementara sumber air kita relatif terbatas. Ini menjadi tantangan dalam menjaga kualitas dan kontinuitas layanan,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurut Sudirman, peningkatan kebutuhan air berjalan beriringan dengan kenaikan biaya produksi. Saat ini, biaya pengolahan air mencapai sekitar Rp4.600 per meter kubik.
Di sisi lain, tarif yang dikenakan kepada sebagian pelanggan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, masih berada jauh di bawah angka tersebut, yakni berkisar Rp1.700 hingga Rp2.000 per meter kubik.
“Selisih antara biaya produksi dan tarif yang dibayarkan pelanggan cukup besar. Kondisi ini harus disikapi agar layanan tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Penyesuaian Tarif Secara Selektif
Penyesuaian tarif, lanjut Sudirman, tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan difokuskan pada pelanggan golongan menengah ke atas sebagai bagian dari skema subsidi silang.
“Kami tetap mengedepankan perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penyesuaian ini hanya diberlakukan pada golongan tertentu yang dinilai mampu, sehingga keseimbangan layanan tetap terjaga,” tegasnya.
Untuk pelanggan rumah tangga menengah, kenaikan tarif rata-rata berkisar 8,5 persen. Sebagai ilustrasi, pelanggan yang sebelumnya membayar sekitar Rp50.000 per bulan akan mengalami kenaikan sekitar Rp4.000.
“Nilainya relatif kecil, tetapi sangat penting untuk mendukung perbaikan jaringan pipa dan peningkatan kualitas distribusi air,” kata Sudirman.
Strategi Jaga Distribusi Air
Selain penyesuaian tarif, PDAM Giri Menang juga melakukan optimalisasi distribusi melalui pembangunan reservoir atau penampungan air.
“Kami menampung air saat pemakaian rendah, kemudian mendistribusikannya saat kebutuhan meningkat. Ini salah satu strategi untuk menjaga suplai tetap stabil di tengah keterbatasan sumber,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Dasan Agung, Kota Mataram, Fatmawati, berharap penyesuaian tarif yang dilakukan PDAM Giri Menang dapat diiringi dengan peningkatan kualitas layanan.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir, volume air yang diterima di lingkungan tempat tinggalnya cenderung menurun, terutama pada jam-jam tertentu.
“Kalau tarif dinaikkan, kami berharap kualitas layanan juga ikut ditingkatkan. Sekarang ini air yang mengalir sering kecil, apalagi di waktu-waktu tertentu,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Fatmawati, membuat dirinya harus menampung air lebih awal untuk mengantisipasi kekurangan saat kebutuhan meningkat.
“Kami terpaksa menampung air di tandon karena alirannya tidak selalu stabil. Kadang saat dibutuhkan justru debitnya kecil,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi jaringan pipa di wilayahnya yang dinilai sudah cukup tua dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.
“Pipa-pipa di sini sebagian sudah tua, bahkan ada yang rusak. Akibatnya distribusi air tidak merata, ada yang lancar, ada juga yang sering tidak dapat,” keluhnya.
Fatmawati berharap perbaikan infrastruktur menjadi prioritas agar masyarakat dapat merasakan layanan yang sebanding dengan tarif yang dibayarkan.
“Harapannya tentu ada perbaikan, supaya semua warga bisa merasakan air dengan lancar dan merata,” tutupnya. (*)



