BPBD Sumbawa Pastikan Banjir Ropang Akibat Cuaca Ekstrem, Bukan Kerusakan Hutan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa memastikan, intensitas hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab utama banjir di Desa Ropang.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Sumbawa, Suhran SP., mengatakan, tim asesmen lapangan tidak menemukan bukti adanya kerusakan hutan masif di balik musibah tersebut.
Ia menjelaskan, timnya telah turun langsung mengantar logistik sekaligus memantau kondisi lingkungan di sekitar desa. Hasil pantauan menunjukkan aliran air berasal dari perbukitan sekitar.
”Kami melihat penyebab banjir murni karena intensitas hujan sangat tinggi. Kami tidak melihat ada hutan gundul di sana,” ungkap Suhran kepada NTBSatu, Senin, 16 Maret 2026.
Suhran menegaskan, kondisi hutan di sekitar Ropang masih kategori sehat dan normal. Hal ini berbeda dengan wilayah Timur Sumbawa yang terlihat gundul akibat penanaman jagung.
“Kami memperkirakan faktor kerusakan lingkungan hanya berpengaruh sekitar 10 sampai 20 persen saja,” ujarnya.
Indikator utama yang memperkuat temuan ini adalah minimnya material lumpur. Menurut Suhran, kerusakan lahan biasanya menghantar material tanah, pasir, dan lumpur ke pemukiman.
”Saat kami tiba, jalanan bersih. Tidak ada lumpur di jalan maupun di rumah penduduk. Air hanya lewat dengan aliran deras lalu hilang,” jelasnya.
Terkait besaran banjir, Suhran mengakui warga setempat menganggap volume air kali ini lumayan besar. Meski begitu, dampak terhadap pemukiman tergolong minim. Aktivitas masyarakat pun terpantau tetap berjalan normal.
”Warga biasa-biasa saja, mungkin hanya satu dua rumah yang terdampak. Bahkan padi di sawah masih berdiri tegak. Padahal di media sosial terlihat cukup wah, tapi kenyataannya di lapangan aktivitas masyarakat normal,” tambahnya.
BPBD juga menepis isu keterkaitan tambang ilegal dalam peristiwa ini. Ia mengatakan jika terjadi kerusakan lahan yang masif, dampak banjir seharusnya meluas ke beberapa desa, bukan hanya lokal di Desa Ropang.
“Kami akan terus memonitor situasi lapangan untuk memastikan distribusi bantuan logistik tepat sasaran dan memantau perkembangan cuaca di wilayah perbukitan,” tambahnya. (*)



