Tuntaskan Reses, Waka I DPRD KSB Perjuangkan Regulasi Strategis bagi Pondok Pesantren dan Aspirasi Masyarakat
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Wakil Ketua (Waka) I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri resmi merampungkan agenda Reses II Masa Sidang II Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 9 hingga 14 Maret ini menyasar berbagai titik strategis. Tujuannya, merangkum persoalan krusial masyarakat untuk ia carikan solusi melalui kebijakan daerah.
Poin utama reses kali ini adalah aspirasi masyarakat terkait payung hukum permanen bagi lembaga pendidikan agama. Menanggapi hal itu, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Ikhlas, ia menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Pesantren sebagai langkah strategis.
Badaruddin Duri menilai, dukungan terhadap pesantren tidak boleh lagi hanya bergantung pada skema dana hibah yang aturannya terbatas. Serta, pemberiannya tidak bisa secara rutin setiap tahun. Melalui Perda, pemerintah daerah memiliki dasar legal kuat untuk mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan dan terukur.
“Kita perlu menyambut Undang-Undang Pesantren dalam bentuk regulasi turunan di daerah. Tujuannya, agar intervensi anggaran bisa dilakukan setiap tahun untuk memperbaiki fasilitas dan mutu pendidikan di seluruh pondok pesantren se-Sumbawa Barat,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 13 Maret 2026.
Sebagai bentuk aksi nyata dari serapan aspirasi sebelumnya, Badaruddin juga memaparkan sejumlah program pembangunan fisik yang segera berjalan di lingkungan pondok. Mulai dari pagar lapangan sepak bola, revitalisasi lapangan basket, perbaikan plafon dan atap bangunan, hingga pengadaan fasilitas operasional organisasi yang layak bagi santri.
Tak hanya infrastruktur fisik, ia juga menggagas ruang baca yang nyaman di lingkungan pesantren. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan, ia berkomitmen menyuplai berbagai referensi buku berkualitas guna memperluas wawasan para santri.
“Buku merupakan jendela dunia. Kita ingin menyediakan perpustakaan yang nyaman sehingga santri bisa mendapatkan referensi yang kaya. Kami sudah meminta inventarisir judul buku apa saja yang dibutuhkan agar segera kita realisasikan,” tambahnya.
Respons Cepat Kebutuhan Dasar Masyarakat
Sebelumnya, dalam mengawali rangkaian reses di Kelurahan Menala, Badaruddin memotret kegelisahan warga terkait akses kebutuhan dasar dan lapangan kerja. Ia menyoroti, dinamika ketersediaan komoditas penting yang cenderung fluktuatif selama Ramadan.
Ia menegaskan, perlunya pengawasan distribusi yang lebih ketat serta penyesuaian kuota komoditas bersubsidi agar benar-benar sampai ke tangan penerima yang berhak.
“Masalah lapangan kerja dan ketersediaan kebutuhan pokok adalah konsen utama kami di DPRD. Aspirasi dari Menala ini akan segera kami bawa ke meja parlemen untuk diperjuangkan realisasinya, karena menyentuh langsung layanan dasar masyarakat,” tegasnya.
Di sela-sela menyerap aspirasi, sisi humanis Waka I DPRD KSB ini tunjukan. Momentum reses juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Baitussakinah.
Kegiatan santunan ini menjadi bentuk syukur sekaligus kepedulian nyata Badaruddin Duri terhadap sesama, terutama di bulan suci Ramadan. Kehadiran anak-anak panti asuhan tersebut menambah suasana khidmat dalam rangkaian agenda serap aspirasi, yang berlangsung secara kekeluargaan.
Menutup rangkaian resesnya, Badaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ia memastikan seluruh catatan reses, mulai dari Menala hingga pesantren akan menjadi fokus perjuangannya guna meningkatkan kesejahteraan warga di Bumi Pariri Lema Bariri. (Andini)



