ADVERTORIALPendidikan

Kolaborasi Unram melalui Erasmus+ ENHANCE Dorong Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan

Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat komitmen terhadap pembangunan lingkungan berkelanjutan melalui kolaborasi internasional pada Proyek Erasmus+ ENHANCE.

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi Indonesia dalam menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan lingkungan serta kebutuhan pembangunan daerah.

IKLAN

Program Erasmus+ ENHANCE memperoleh dukungan pendanaan dari Uni Eropa melalui skema Capacity Building Higher Education (CBHE). Konsorsium proyek melibatkan tujuh universitas dari empat negara. Mitra internasional mencakup Maastricht School of Management dari Belanda, University of Göttingen dari Jerman, serta Università Cattolica del Sacro Cuore dari Italia.

IKLAN

Perguruan tinggi Indonesia yang terlibat meliputi Institut Pertanian Bogor, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Palangka Raya.

IKLAN

Kolaborasi lintas negara tersebut membuka peluang penguatan pendidikan, penelitian, serta inovasi yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Tantangan Lingkungan di NTB

Prof. Dr. Ir. Markum, M.Sc. menekankan pentingnya proyek ENHANCE bagi wilayah Nusa Tenggara Barat. Ia menilai, karakter wilayah kepulauan kecil menghadirkan tantangan besar karena keterbatasan sumber daya alam serta kerentanan sosial dan lingkungan.

Berbagai persoalan lingkungan muncul pada kawasan tersebut, mulai dari degradasi hutan dan daerah aliran sungai, tekanan terhadap ekosistem pesisir dan laut, tingkat kemiskinan masyarakat, hingga kerentanan terhadap perubahan iklim.

“Tantangan utama meliputi degradasi hutan dan DAS, tekanan ekosistem pesisir dan laut, tingkat kemiskinan, serta kerentanan iklim,” ungkapnya.

Markum juga menjelaskan tiga kesenjangan yang perlu mendapat perhatian. Kesenjangan pertama muncul antara universitas dan sektor industri karena kolaborasi penelitian terapan belum optimal.

Kesenjangan kedua muncul antara pendidikan dan kebijakan publik karena hasil riset jarang masuk dalam proses penyusunan kebijakan. Kesenjangan ketiga muncul antara pendidikan dan kebutuhan sosial masyarakat akibat keterbatasan praktik lapangan serta minimnya integrasi pengetahuan lokal.

Strategi Implementasi Proyek ENHANCE

Proyek ENHANCE mengusung tiga pilar utama yaitu penguatan kapasitas kelembagaan, inovasi pendidikan, serta penelitian transdisipliner yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Implementasi program berjalan melalui lima fokus utama meliputi manajemen proyek, penguatan kelembagaan, pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, serta diseminasi dan keberlanjutan.

Program ini juga selaras dengan konsep Kampus Berdampak yang menempatkan pendidikan dan riset sebagai katalis solusi bagi masyarakat. Selain itu, proyek ENHANCE mendukung arah pembangunan daerah melalui program NTB Lestari Berkelanjutan dan visi NTB Makmur Mendunia yang menargetkan pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan pariwisata berkelas dunia.

Melalui proyek Erasmus+ ENHANCE, Unram menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi konkret bagi pembangunan lingkungan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button