Kota Mataram

Mutasi Gelombang Kedua Pemkot Mataram Bergulir Pasca Lebaran

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, tengah mematangkan persiapan mutasi pejabat tahap kedua untuk mengisi sejumlah kekosongan jabatan strategis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan, proses ini berlangsung dengan seksama dan berbasis data kinerja yang akurat.

IKLAN

Alwan menjelaskan, rujukan utama dalam perombakan ini adalah aplikasi MyASN untuk mendukung penerapan sistem meritokrasi di lingkungan Pemkot Mataram.

IKLAN

“Kita sudah siapkan, tetapi persiapan kan tidak bisa serta-merta. Kita harus melihat basis data di MyASN sebagai dasar utama menuju merit system. Aplikasi itu diisi langsung oleh masing-masing pegawai, jadi kami minta mereka terus melakukan pemutakhiran data,” ujar Lalu Alwan Basri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 11 Maret 2026.

IKLAN

Fokus Pengisian Jabatan Kosong

Prioritas mutasi kali ini untuk mengisi pos-pos jabatan yang kosong akibat adanya pejabat yang memasuki masa pensiun, naik jabatan, maupun promosi.

Pemetaan secara detail sedang dilakukan agar pejabat yang ditunjuk sesuai dengan pangkat dan kualifikasinya.

“Banyak yang kosong sekarang; ada yang pensiun, ada yang promosi. Saya sudah minta waktu ke PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) untuk memetakan semuanya dulu. Nanti kita usulkan figur yang pas sesuai pangkat dan kualifikasinya,” tambahnya.

Terkait jadwal pelaksanaan, Sekda memberikan sinyal kuat untuk pelantikan besar-besaran akan dilakukan setelah Lebaran atau Hari Raya Idulfitri. Namun, proses Persetujuan Teknis (Pertek) dari BKN untuk beberapa posisi sudah mulai berjalan.

“InsyaAllah setelah Lebaran ya. Sekarang kita masih proses pengajuan Pertek ke BKN, terutama untuk posisi kepala sekolah yang jumlahnya cukup banyak, mungkin sekitar 42 orang,” jelasnya.

Selain kepala sekolah, jabatan lain yang masuk dalam radar mutasi tahap awal ini adalah posisi Inspektur. Setelah itu, gerbong mutasi akan berlanjut ke pejabat eselon III dan IV, termasuk camat, lurah, hingga sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dua posisi camat saat ini kosong, sekretaris OPD juga banyak yang lowong, termasuk bidang-bidang dan lurah. Jadi ini memang butuh waktu agar semua terisi dengan tepat,” tambah Alwan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button