Lombok Barat

Pemkab Lombok Barat Rencanakan Pembangunan IJD di Sekotong Sepanjang 9 Kilometer

Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, merencanakan pembangunan Inpres Jalan Daerah (IJD) sepanjang sembilan kilometer di wilayah Sekotong. Jalan tersebut sebagai jalur permanen yang akan direlokasi ke area yang lebih aman guna mengurangi risiko longsor.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengatakan, Pemkab telah membahas rencana pembangunan jalan tersebut bersama pihak balai jalan. Kini sedang memasuki tahap proses administrasi.

IKLAN

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah mengurus skema pinjam pakai lahan kepada Kementerian Kehutanan. Sebab, jalur baru tersebut rencananya akan melintasi kawasan hutan.

IKLAN

“Jadi nanti jalannya akan dipindahkan ke tengah hutan supaya tidak lagi bersebelahan dengan sungai. Dengan begitu jaraknya dari tebing juga lebih aman dan tidak rawan longsor,” kata Bupati LAZ, kemarin.

IKLAN

LAZ menjelaskan, pembangunan jalan sepanjang sembilan kilometer tersebut nantinya akan secara permanen. Relokasi jalur dipilih sebagai solusi jangka panjang. Mengingat, kondisi jalan yang ada saat ini berada di lokasi yang rawan rusak akibat faktor alam.

Menurutnya, posisi jalan yang berada dekat aliran sungai serta tebing membuat jalur tersebut kerap terdampak longsor, terutama saat musim hujan.

“Kalau tetap di situ, mau sebagus apa pun penanganan daruratnya, ketika hujan tetap berisiko rusak lagi. Karena di bawahnya ada sungai dan di sampingnya ada tebing yang rawan longsor,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah menilai relokasi jalur menjadi langkah paling efektif. Tujuannya, memastikan akses transportasi di kawasan tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Masih Tahap Perencanaan

Proses pembangunan jalan tersebut sendiri, saat ini masih berada pada tahap perencanaan. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Lombok Barat sedang mengurus proses pinjam pakai lahan, sekaligus menyiapkan desain teknis jalan.

Setelah seluruh proses administrasi dan perencanaan selesai, proyek tersebut baru dapat memasuki tahap pembangunan. “Begitu pinjam pakai lahannya selesai dan desainnya sudah jadi, baru nanti bisa dikerjakan,” jelas Zaini.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut perkiraannya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Meski demikian, pemerintah daerah optimis proyek tersebut dapat terealisasi karena telah berkoordinasi dengan pihak balai jalan dan masuk dalam prioritas penanganan.

“Dananya pasti besar, tetapi memang ini menjadi kebutuhan karena jalur itu penting bagi masyarakat,” katanya.

Pemkab Lombok Barat menargetkan, proses pembangunan jalan tersebut dapat mulai dalam waktu dekat. Hal tersebut seiring dengan penyelesaian tahapan administrasi dan perencanaan yang sedang berjalan. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button