Warga Lombok Tengah Hilang Terseret Arus saat Mencari Nyale Poto
Mataram (NTBSatu) – Upaya pencarian seorang warga terseret arus di Pantai Torok Aik Belek, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, terus dilakukan hingga Sabtu, 7 Maret 2026.
Korban hilang setelah melakukan aktivitas tradisi mencari nyale poto (menangkap cacing laut terakhir), bersama warga lain di pagi buta. Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang membenarkan kejadian tersebut, setelah mendapat laporan dari Camat Praya Barat.
“Kami menerima laporan (dari Husnan) adanya Kondisi Membahayakan Manusia (KMM). Satu orang warga terseret arus saat mencari nyale di pantai,” katanya kepada NTBSatu, Sabtu, 7 Maret 2026.
Korban bernama Rustan Arifin (46), warga asal Dusun Torok Aik Belek. Dari laporan yang didapatkan, Lanang menceritakan kejadian bermula saat korban bersama anak dan 15 rekan lainnya pergi ke pantai, pukul 05.15 Wita.
Mereka berencana mencari Nyale Poto, yaitu cacing musiman yang sudah menjadi tradisi lokal masyarakat setempat. Korban sempat beraktivitas di sekitar bibir pantai.
Namun pukul 06.00 Wita, saksi yang merupakan anak korban melihat ayahnya yang tergulung ombak hingga terseret arus ke tengah laut. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berusaha menyelamatkan diri, dengan berenang ke arah timur. Namun upaya tersebut gagal.
Menyadari adanya bahaya pada ayahnya, saksi segera berteriak minta tolong dan meminta bantuan dari rekan-rekan sekitar lokasi. Ia juga melaporkan kejadian kepada kepala dusun Torok Aik Belek.
“Anak korban melihat langsung ayahnya terseret, kemudian segera memberitahu warga dan perangkat desa,” lanjutnya.
Masyarakat sempat melakukan pencarian secara swadaya dengan mengerahkan dua unit perahu, untuk menyisir area sekitar titik koordinat hilangnya korban. Saat ini, pencarian intensif masih terus berlangsung dengan melibatkan SAR Gabungan, TNI/Polri, Damkartan Lombok Tengah, dan warga setempat. (Inda)



