Lombok Timur

Banjir Landa Sambelia, Ratusan Rumah dan Dapur MBG Ikut Terendam

Lombok Timur (NTBSatu) – Sebuah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, terendam banjir, pada Jumat, 20 Februari 2026.

Sebelumnya, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sambelia ini akibat tingginya intensitas hujan dan pendangkalan sungai akibat sedimentasi.

Berdasarkan pantauan dari video di lokasi kejadian, terlihat genangan air berwarna coklat merendam seluruh lantai ruang produksi dapur MBG hingga mencapai ketinggian paha orang dewasa.

Fasilitas Terdampak

Dalam video tersebut, memperlihatkan kondisi di dalam dapur yang sudah merendam infrastruktur utama pengelolaan makanan.

Warga terlihat berusaha mengamankan beberapa barang, seperti kompor gas beserta instalasi pipa, keranjang, rombong, dan peralatan lain. Barang yang tergenang ditakutkan bisa membahayakan keamanan instalasi nantinya.

Selain itu, sejumlah alat masak besar seperti panci logam berukuran besar dan wadah plastik tampak berserakan di tengah genangan air yang masih mengalir deras.

“Dapur belakang ini sudah hanyut, banyak alat-alat bertebaran. Ini kondisi dapur MBG Desa Obel-obel sudah sangat parah,” kata pria dalam video, dikutip NTBSatu, Sabtu, 21 Februari 2026.

Selain dapur MBG, dampak banjir yang terjadi di Desa Obel-obel berdampak pada 150 Kepala Keluarga (KK) di tiga dusun. Yaitu, Dusun Batumpak, Dusun Kesambi, dan Dusun Medas.

Upaya Penanganan

Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur. Tujuannya, untuk memberikan dukungan logistik, personel, dan peralatan ke lokasi terdampak.

Personel TRC-PB bersama TNI/Polri dan aparat desa kini tengah fokus pada pendataan kerusakan serta upaya pembersihan sisa material banjir. Saat ini, BPBD Provinsi NTB tengah melakukan pendataan kerusakan dan upaya pembersihan sisa material banjir.

“Kondisi saat ini banjir sudah surut. Namun, tim masih di lapangan untuk pendampingan logistik dan pendataan kebutuhan mendesak,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin kepada NTBSatu, Sabtu, 21 Februari 2026. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button