Kecelakaan Maut di Jenggik Lombok Timur, Satu Orang Meninggal Dunia
Mataram (NTBSatu) – Tragedi kecelakaan maut terjadi di jalur utama Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 19 Februari 2026. Kejadian ini melibatkan mobil Honda Brio dan sepeda motor Honda Nmax.
Kejadian nahas yang terjadi di Dusun Samang, sekitar pukul 08.30 Wita, mengakibatkan salah satu pengendara sepeda motor meninggal dunia. Sementara itu, korban yang lainnya mengalami luka-luka.
Kejadian ini kembali menjadi catatan hitam kecelakaan di jalur penghubung antar kabupaten. Tempat ini sudah terkenal sebagai jalur rawan kecelakaan.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Oesman memberikan keterangan terkait penanganan awal di lokasi kejadian.
”Kami telah mengamankan kendaraan yang terlibat serta pengemudi mobil untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Personel di lapangan juga telah melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan penanganan para korban,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 19 Februari 2026.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula saat seorang petani asal Desa Kalijaga Baru, Kecamatan Lenek, Samsul Hadi (39) membonceng istrinya Siti Hajar (33). Keduanya menggunakan motor Nmax dengan nomor polisi DR 6891 ZQ, melaju ke arah Timur.
Kemudian sebuah mobil brio yang dikemudikan Mutah’r Efendi, seorang guru asal Sakra dengan nomor polisi DR 1306 KJ, melaju dari arah Timur ke Barat.
Samsul diduga kehilangan kendali atas kendaraannya, sehingga tabrakan hebat tak bisa terelakkan. Peristiwa ini membuat korban dan istrinya terpental hingga lima meter dari titik kontak.
Seorang saksi yang berada di lokasi, Yuli Handayani (30) mengaku terkejut dengan suara benturan yang keras. Kemudian warga berhamburan dan memberikan pertolongan pertama, sebelum dievakuasi ke Puskesmas Terara.
Nikolas juga mengatakan, pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab pasti korban kehilangan kendali saat mengendarai sepeda motornya.
“Fokus utama kami saat ini adalah mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi dan mengamankan barang bukti. Untuk mendalami penyebab pasti hilangnya kendali kendaraan oleh pengendara roda dua,” lanjut Nikolas.
Atas kejadian tersebut, Samsul Hadi dinyatakan meninggal dunia. Pihak Puskesmas Terara mengatakan, jika korban tiba di pusat kesehatan dengan kondisi luka parah.
Samsul mengalami cedera berat di kepala, patah tulang rahang bawah, dan luka serius di bagian kening. Sementara itu, Siti Hajar mengalami luka robek di bibir, lecet di wajah, dan memar di bagian belakang kepala, hingga harus mendapat perawatan intensif.
Sedangkan untuk pengemudi mobil, tidak mengalami luka serius dan hanya mengalami syok. Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar lebih waspada dan mengontrol kecepatan saat melintas di jalur utama Jenggik. (Inda)



