Lombok Tengah

Diduga Ganggu Ternak, Warga Desa Mertak Tolak Keberadaan Penampungan Anjing

Mataram (NTBSatu) – Puluhan anjing di penampungan atau shelter di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, mendapat penolakan keras dari masyarakat. Sehingga, para hewan terpaksa dievakuasi langsung pada Rabu, 18 Februari 2026.

Warga mendesak pemilik penampungan segera melakukan pengosongan, karena dianggap mengganggu keamanan ternak dan ketertiban.

Kepala Desa Mertak, Syahnan mengungkapkan, kebingungannya dengan respon warga yang tiba-tiba protes setelah satu tahun keberadaan shelter.

​”Jadi saya bingung kenapa masyarakat begitu. Padahal sudah setahun di sana tidak ada masalah,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 19 Februari 2026.

Dugaannya penolakan terjadi karena keresahan warga tentang keamanan ternak. Mereka menuding anjing-anjing tersebut kerap keluar dan memangsa ayam serta kambing.

Selain keamanan, faktor lain seperti suara bising dan aroma tidak sedap dari kotoran hewan, menjadi salah satu poin lain yang warga sampaikan.

Syahnan juga belum bisa memastikan secara hukum tudingan tersebut. Sampai saat ini, belum ada laporan resmi warga mengenai kehilangan ternak akibat serangan anjing.

​”Kalau saya bilang makan ayam, enggak ada buktinya. Tetapi kata mereka begitu. Kalau pemilik anjing, ya anjingnya enggak keluar kata dia. Jadi kalau saya bilang ‘iya’ salah, kalau bilang ‘tidak’ juga salah, karena tidak ada pembuktian ini,” lanjutnya.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button