Hukum Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadan, Wajib atau Sekadar Tradisi?
Mataram (NTBSatu) – Menjelang bulan suci Ramadan, banyak umat Islam melakukan mandi keramas sebagai bentuk persiapan menyambut ibadah puasa. Tradisi ini berkembang luas di Indonesia dan sering hadir sebagai kebiasaan turun-temurun dalam keluarga.
Lalu, bagaimana sebenarnya hukum mandi keramas sebelum puasa Ramadan?
Melansir NU Online pada Rabu, 18 Februari 2026, Islam tidak menetapkan kewajiban khusus untuk mandi menjelang Ramadan. Syariat tidak memasukkan mandi tersebut sebagai rukun atau syarat sah puasa. Artinya, seseorang tetap memperoleh keabsahan puasa meskipun tidak melakukan mandi khusus pada malam pertama Ramadan.
Sejumlah ulama mengelompokkan mandi menjelang Ramadan sebagai mandi sunnah. Kategori ini serupa dengan mandi sebelum salat Jumat atau salat Id. Tujuannya untuk menjaga kebersihan dan menunjukkan kesiapan menyambut ibadah besar.
Secara fikih, kewajiban mandi hanya berlaku bagi orang yang mengalami hadas besar, seperti junub, haid, atau nifas. Selama seseorang berada dalam keadaan suci, ia dapat langsung menjalankan puasa tanpa perlu mandi keramas sebagai syarat awal Ramadan.
Dengan demikian, mandi sebelum puasa lebih tepat disebut tradisi baik yang bernilai anjuran, bukan kewajiban agama.
Selain itu, Islam menganjurkan mandi pada beberapa momentum ibadah, seperti hari Jumat, sebelum ihram, saat hendak memasuki Makkah, ketika wukuf di Arafah, serta setelah memandikan jenazah.
Anjuran tersebut menunjukkan pentingnya kebersihan dalam ajaran Islam, namun tetap membedakan antara kewajiban dan sunnah.



