Sumbawa Catat Stok Pangan Melimpah Awal 2026, Beras 32.846 Ton dan Jagung 110.789 Ton
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa mencatat surplus stok beras yang signifikan pada awal 2026. Ketersediaan beras mencapai 32.846,42 ton, jauh melampaui kebutuhan masyarakat yang hanya sekitar 1.624,51 ton, sehingga menghasilkan neraca surplus sebesar 31.221,91 ton. Kondisi ini menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin mengatakan, capaian stok beras yang melimpah menunjukan ketahanan pangan Sumbawa dalam kondisi relatif aman. Bahkan, mampu menjadi cadangan strategis untuk mengantisipasi potensi krisis pangan maupun bencana.
“Secara ketersediaan, stok beras kita sangat aman. Surplusnya cukup besar sehingga mampu menopang kebutuhan masyarakat,” kata Syaihuddin kepada NTBSatu, Rabu,11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selain beras, beberapa komoditas pangan strategis lainnya juga menunjukkan kondisi surplus. Seperti, jagung yang memiliki ketersediaan 110.789 ton dengan kebutuhan 30,93 ton. Komoditas protein hewani seperti daging sapi, daging ayam, serta telur ayam juga masih dalam kondisi aman.
“Secara umum, ketersediaan 12 komoditas pangan strategis masih aman dan harga relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir mengalami penurunan harga,” jelasnya.
Meski demikian, Syaihuddin mengingatkan, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok pangan. Tetapi juga, dipengaruhi distribusi dan pemanfaatan pangan di masyarakat.
“Ketahanan pangan itu memiliki tiga indikator utama, yaitu ketersediaan, akses distribusi, dan pemanfaatan pangan. Jika salah satu terganggu, ketahanan pangan juga bisa terdampak,” ujarnya.



