Sumbawa

Sumbawa Catat Stok Pangan Melimpah Awal 2026, Beras 32.846 Ton dan Jagung 110.789 Ton

Wilayah Kerentanan Pangan Prioritas Satu di Sumbawa

Ia menyebutkan, berdasarkan pemetaan terbaru, tidak ada lagi wilayah di Sumbawa yang masuk kategori kerentanan pangan prioritas satu. Namun, Kecamatan Orong Telu masih masuk kategori prioritas dua, sementara Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, masuk prioritas tiga.

“Untuk tahun 2025, wilayah dengan kerentanan pangan tertinggi sudah tidak ada. Kondisinya jauh menurun dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, di Kecamatan Orong Telu, keterbatasan distribusi tenaga kesehatan dan minimnya sarana penjualan pangan, seperti kios menjadi faktor yang memengaruhi ketahanan pangan masyarakat.

“Kalau tidak ada kios, masyarakat harus membeli ke wilayah lain yang jaraknya jauh. Sehingga, harga pangan bisa lebih mahal,” tambahnya.

Sementara itu di Desa Buin Baru, kerentanan pangan karena perbandingan luas lahan dengan jumlah penduduk, keterbatasan penyediaan pangan. Serta, akses air bersih yang belum memadai.

“Tiga faktor itu yang membuat Buin Baru masuk kategori prioritas tiga. Karena itu, kami terus memperbarui data agar penanganannya tepat sasaran,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Ketahanan Pangan menargetkan pengadaan cadangan beras sekitar 30 ton pada 2026. Cadangan tersebut tidak hanya untuk penanganan bencana, tetapi juga untuk membantu wilayah rawan pangan.

“Cadangan pangan selain untuk bencana juga diperuntukkan bagi daerah rawan pangan. Saat ini kami masih mengupayakan pengadaannya,” ujarnya.

Syaihuddin menilai, membaiknya ketahanan pangan Sumbawa tidak terlepas dari pelaksanaan berbagai rekomendasi pemerintah daerah, seperti peningkatan distribusi tenaga kesehatan dan penyediaan akses air bersih. Namun, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi tantangan karena membutuhkan biaya besar.

“Kami berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat agar ketahanan pangan Sumbawa tetap stabil dan merata,” tutupnya. (Marwah)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button