Disparekrafpora Lombok Barat Sebut Perang Topat Bukan Gagal Masuk KEN 2026: Kita Sudah “Hattrick”
Lombok Barat (NTBSatu) – Kabupaten Lombok Barat dipastikan absen dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Meski demikian, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat menegaskan, hal tersebut bukan merupakan sebuah kegagalan.
Kepala Disparekrafpora Lombok Barat, Agus Gunawan menjelaskan, absennya “Gumi Patut Patuh Patju” ini terjadi setelah sebelumnya sukses mencatatkan prestasi dengan masuk dalam kalender KEN selama tiga tahun berturut-turut. Ia menilai, rotasi ini merupakan hal yang lumrah dalam penilaian kurasi di tingkat nasional oleh Kementerian Pariwisata.
”Jadi untuk yang KEN, kita sudah tiga kali berturut-turut masuk di KEN. Tahun ini kita tidak masuk, karena sama kayak Senggigi Sunset Jazz juga dulu. Tiga tahun dia berturut-turut, terus tidak (masuk) lagi,” ungkap Agus kepada NTBSatu, Jumat, 6 Februari 2026
Selain itu, tidak masuknya ajang budaya unggulan seperti Perang Topat dalam daftar KEN 2026 juga menjadi sorotan. Namun, Agus meluruskan, pencapaian sebelumnya yang berhasil meraih hattrick atau tiga kali berturut-turut masuk kalender nasional sudah menjadi bukti kualitas penyelenggaraan event di Lombok Barat.
”Bukan gagal, karena kita sudah tiga kali hattrick berturut-turut. Ya kan? Sama kayak Senggigi Sunset Jazz itu,” tambahnya.
Usulkan Event Alternatif
Merespons dinamika tersebut, Agus menyatakan pihaknya tidak tinggal diam. Sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga kini tengah menyusun strategi baru untuk mengusulkan event alternatif yang memiliki potensi daya tarik serupa untuk tahun mendatang.
Penyegaran tema event menjadi poin utama yang kementerian tekankan agar promosi pariwisata daerah tetap dinamis.
”Kemungkinan nanti memang sesuai dari arahan dari pusat, kementerian, kita akan ganti dengan event yang lain. Yaitu mungkin di Festival Senggigi atau seperti Pesona Senggigi kemungkinan,” jelas Agus.
Ia optimis dengan persiapan yang lebih matang dan pemilihan jenis kegiatan yang tepat, Lombok Barat akan kembali merebut posisi dalam kalender bergengsi nasional tersebut di tahun depan.
”Walaupun tahun ini tidak masuk, kita usulkan mungkin nanti bisa ada Pesona Senggigi. Itu bisa lagi kita usulkan untuk di tahun depan, seperti itu,” tutupnya. (*)



